"Pembatasan seperti itu bisa berdampak tidak langsung untuk investasi di bisnis ini. Bisa-bisa menurun," kata Yashuhiko Nakanashi dari JPower dalam 'The 8th Japan Indonesia Energy Roundtable' di Intercontinental Hotel, Jakarta, Rabu (22/11/2007).
Jepang memang cukup bergantung pada pasokan batubara di Indonesia. Bahkan Indonesia merupakan pemasok batubara terbesar kedua untuk Jepang.
"Pemerintah Jepang berharap Indonesia akan terus menyediakan kami supply batubara yang stabil," kata Dirjen Electricity and Gas Department Agency for Natural Resources and Energy Jepang Hideshiko Nishiyama.
Menanggapi itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan bahwa tidak ada pembatasan ekspor batubara. Indonesia menyerahkan seluruhnya ke pasar.
"Kami tidak pernah mematok batas atas ekspor batubara ke Jepang. Kami menyerahkan seluruhnya pada mekanisme pasar," ujar Purnomo.
Sementara untuk DMO, Purnomo menambahkan, DMO tidak akan menciutkan investasi dari asing. Ini terbukti di sektor migas, dimana meski ada mekanisme DMO tapi investasi terus mengalir.
Kebijakan DMO dan isu pembatasan ekspor batubara sempat mencuat seiring permintaan domestik yang makin besar. Apalagi menghadapi kebutuhan batubara untuk 10.000MW. (lih/qom)










































