Tadinya Mau PHK Karyawan Diganti AI, Perusahaan Ini Akhirnya Batalkan

Tadinya Mau PHK Karyawan Diganti AI, Perusahaan Ini Akhirnya Batalkan

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 04 Jul 2026 20:40 WIB
Ilustrasi AI di bisnis
Ilustrasi AI.Foto: dok. Freepik
Jakarta -

Sejumlah perusahaan mulai mengubah pandangannya tentang Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diklaim dapat menggantikan semua pekerjaan. Kini, banyak perusahaan kembali merekrut karyawan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Dikutip dari CNBC, Ford menjadi salah perusahaan yang kembali mempekerjakan ratusan tenaga ahli berpengalaman untuk menangani masalah kualitas yang tidak dapat diatasi oleh sistem otomasi. Petinggi perusahaan tersebut mengakui, AI perlu juga dilatih dengan banyak informasi manusia.

"Kecerdasan buatan adalah alat yang fantastis, tetapi hanya sebaik informasi yang Anda gunakan untuk melatihnya," kata Wakil Presiden Teknik Perangkat Keras Ford, Charles Poon, dikutip dari CNBC, Sabtu (4/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah perusahaan juga dikabarkan mulai melakukan langkah serupa. Commonwealth Bank of Australia (CBA) membuka opsi untuk membatalkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) karena sistem AI disebut tidak mampu menggantikan peran staf layanan pelanggan.

"Membuat CBA membatalkan pemutusan hubungan kerja ini adalah kemenangan besar," kata serikat pekerja sektor keuangan Australia.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan ABC pada Agustus tahun lalu, CBA mengaku tidak mempertimbangkan semua pertimbangan bisnis yang relevan secara memadai saat mengumumkan rencana PHK 40 karyawan. Namun perusahaan itu mengakui mesti lebih teliti dalam memberikan penilaian terhadap peran yang dibutuhkan.

Demikian pula, IBM mengganti peran sumber daya manusia (SDM) dengan AI yang menangani sekitar 94% permintaan rutin tetapi tidak mampu memenuhi 6% sisanya, yang mencakup dilema etika. IBM kemudian mengumumkan rencana untuk melipatgandakan perekrutan karyawan tingkat pemula di AS untuk seluruh unit bisnis pada 2026.

"Jika kita tidak terus berinvestasi dalam perekrutan karyawan tingkat pemula, apa yang akan terjadi dalam tiga hingga lima tahun ke depan? Tidak ada jalur perekrutan; sumber daya manusia akan mengering begitu saja," kata Kepala SDM IBM, Nickle LaMoreaux.

Langkah tiga perusahaan ini sebelumnya juga telah disinggung analis, PHK karyawan dan mengganti peran manusia dengan AI bukan strategi terbaik menuju pertumbuhan bisnis.

Berdasarkan laporan Intuition Labs, mengganti peran manusia tanpa melakukan pelatihan keterampilan karyawan tidak akan optimal memanfaatkan AI.

"Yang perlu diperhatikan, di antara perusahaan yang mendorong otomatisasi, banyak yang kemudian 'menyesali' PHK, karena telah memecat orang-orang yang dibutuhkan untuk mengawasi AI," tulis laporan tersebut.

Menurut laporan Orgvue, 39% pemimpin bisnis melakukan PHK karena penerapan AI. Namun di antara jumlah tersebut, 55% mengakui bahwa keputusan terkait PHK tersebut salah.

"Jika hasil AI tidak konsisten, tidak akurat, atau sulit diterapkan, perusahaan sering kali perlu memperkenalkan kembali pengawasan manusia," kata Jessica Zhang, wakil presiden senior APAC di penyedia solusi SDM ADP.

Sementara itu, menurut data dari Robert Half yang dikirim ke CNBC, 32% manajer perekrutan di AS mengaku telah menghapus suatu posisi terutama karena AI. Namun kemudian mempekerjakan kembali untuk posisi yang sama atau serupa.

"AI mengubah tempat kerja, tetapi semakin jelas bahwa organisasi menemukan nilai lebih dalam membangun kolaborasi manusia-AI daripada mengganti pekerjaan manusia sepenuhnya," catat Capitol Technology University.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads