Sedangkan target produksi gula rafinasi hingga akhir 2007 sebesar 1,442 juta ton. Harga raw sugar di pasar internasional saat ini mencapai US$ 220 per ton.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia, M Yamin saat diskusi gula rafinasi di gedung depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (22/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yamin juga menjelaskan, saat ini tengah terjadi penurunan harga gula putih di pasar dalam negeri yang oleh banyak pihak diduga karena perembesan gula rafinasi di pasar umum.
Namun menurut Yamin tudingan itu perlu dikaji karena produksi gula rafinasi itu hanya diperuntukkan bagi industri.Yamin melihat ada penyebab lain yakni daya beli masyarakat yang sedang turun atau suplai gula yang sangat banyak.
"Jadi tidak langsung menuding penyebabnya gula rafinasi," cetusnya.
Yamin juga menjelaskan, bahwa pemerintah telah memberikan izin kepada 3 investor baru untuk membangun pabrik gula rafinasi di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 200 ribu ron, Cirebon 250 ribu ton dan Lampung 300 ribu on
Yamin khawatir dengan adanya izin baru ini akan menyebabkan oversupply gula rafinasi. Karena produksi lima pabrik yang ada saat ini saja sudah bisa memenuhi seluruh kebutuhan gula rafinasi intuk industri.
Konsumsi gula rafinasi tahun 2008 diperkirakan 1,9 juta ton dan 2009 sebesar 2,1 juta ton.
(ir/qom)
