Â
"Produksi kilang kita naik, jadi impornya mungkin turun," kata Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya disela-sela 'The 8th Indonesia-Japan Energy Roundtable' di Intercontinental Hotel, Jakarta, Kamis (22/11/2007).
Â
Ia memperkirakan impor solar akan turun dari 5,6 juta barel per bulan menjadi sekitar 4,5 juta barel per bulan. Sementara impor premium akan turun dari biasanya 3,2 juta barel menjadi 2,4-2,6 juta barel per bulan.
Â
Selain itu, impor minyak bakar juga diharapkan turun jika program konversi bisa berjalan sukses. Namun untuk BBM jenis lainnya seperti minyak bakar akan tetap diimpor seperti keadaan sekarang.
Â
Total BBM yang diimpor Pertamina biasanya seperti untuk Desember mencapai 10,3-10,4 juta barel per bulan.
(lih/qom)











































