PT Perkebunan Nusantara III (Persero) bakal memangkas jumlah entitas di bawah grupnya dari 69 entitas menjadi sekitar 19 entitas pada akhir 2026. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Danantara yang menginginkan adanya organisasi yang lebih ramping dan efisien.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (6/7/2026).
"Yang kami lakukan adalah restrukturisasi korporasi. Ini sesuai dengan ekspektasi dan arahan dari pemegang saham dan juga dari Bapak Presiden. Kami targetkan di Desember 2026 dari 69 entity di dalam grup akan menjadi insya Allah 19 entity," ujar Denaldy.
Denaldy mengatakan bahwa perampingan ini dilakukan dengan berbagai skema. Di antaranya penggabungan (merger) beberapa perusahaan, pengintegrasian atau roll up sejumlah entitas ke perusahaan lain, hingga likuidasi.
"Jadi ada beberapa perusahaan yang akan kami gabungkan, ada beberapa perusahaan yang kami roll up dan ada beberapa perusahaan juga yang akan kami lukuidasi," katanya.
Dalam RDP tersebut, Perkebunan Nusantara III (Persero) mencatat laba konsolidasi sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 6,39 triliun. Capaian tersebut melonjak sebesar 81,3% dibandingkan tahun 2024.
Adapun capaian tersebut didorong oleh kenaikan harga komoditas, khususnya crude palm oil (CPO), serta peningkatan produktivitas di berbagai lini usaha.
Berdasarkan paparan kinerja tahun 2025, Holding Perkebunan Nusantara membukukan penjualan (sales) sebesar Rp 59,32 triliun, meningkat menjadi 109,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA mencapai Rp15,37 triliun, tumbuh 24,2% secara tahunan (year on year/YoY). Selain itu, total aset perusahaan mencapai Rp 158,25 triliun, naik sekitar 5% secara tahunan. Sementara total liabilitas tercatat Rp 77,42 triliun atau sekitar 102% dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi permodalan, total ekuitas meningkat menjadi Rp 80,83 triliun, atau sekitar 108% secara tahunan.
(hrp/hns)