Penjajakan itu dilakukan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, disela-sela pertemuan para Kepala Negara ASEAN ke-13 di Singapura.
Mari mengadakan pertemuan dengan Menteri Li Changjiang, Minister for General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine/AQSIQ dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu kami mendukung jika MOU mengenai Product Safety Cooperation Mechanism yang kini tengah dibahas dapat segera diselesaikan", kata Mari dalam siaran persnya yang diterima detkFinance, Jakarta, Kamis (22/11/2007).
Dalam pertemuan tersebut Mari menyambut baik kunjungan Menteri AQSIQ beserta delegasinya ke Jakarta minggu lalu guna mengadakan dialog dengan mitra kerjanya dan membahas kerjasama kedua negara di dalam hal kualitas produk dan keamanan pangan.
Dalam kunjungannya ke Jakarta, AQSIQ bertemu dengan Menteri Kelautan dan
Perikanan, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Kepala BPOM), Kepala
Badan Karantina Pertanian dan Direktur Jenderal Hortikultura. Ini merupakan salah-satu perwujudan hubungan kedua negara di bawah Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) yang ditandatangani kedua pemimpin negara pada tahun 2005.
Mari menegaskan pemerintah Indonesia saat ini telah melakukan upaya dalam
meningkatkan kualitas produk dan pengolahan produk perikanan serta standar, sebagaimana yang diminta pasar internasional, termasuk pasar China. Pemerintah Indonesia juga akan menerima kunjungan tim inspeksi China untuk meninjau fasilitas perikanan di Indonesia.
"Kami telah menyampaikan kembali permintaan RI ke pihak China untuk tidak
melarang impor produk perikanan dari Indonesia terutama dari eksportir yang terdaftar di Departemen Kelautan dan Perikanan. Kami berharap bahwa dengan peningkatan dan perbaikan sistem produk perikanan di Indonesia, ekspor hasil perikanan Indonesia semakin meningkat, termasuk ke pasar China," tegas Mari. (arn/ir)











































