Penguatan Rupiah Bisa Redam Inflasi Akibat Minyak di 2008

Penguatan Rupiah Bisa Redam Inflasi Akibat Minyak di 2008

- detikFinance
Kamis, 22 Nov 2007 17:16 WIB
Jakarta - Untuk menjaga tekanan inflasi akibat ketidakpastian harga komoditas seperti minyak pada tahun depan, Bank Indonesia (BI) melihat salah satu opsinya yakni penguatan nilai tukar rupiah.

"Karena kalau nilai tukarnya menguat sedikit maka harga barang-barang impor yang naik tidak akan ditransfer ke indonesia dalam bentuk harga barang-barang impor dengan rupiah yang tinggi, jadi artinya kita bisa mengharapkan imported inflation itu tidak terlalu berat," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom usai seminar politik dan ekonomi di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (22/11/2007).

Sisi lain adalah pembatasan barang-barang impor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inilah cara-cara yang BI akan lihat mana yg terbaik, yang harus dilakukan dalam konteks instrumen-instrumen yang kita miliki sehingga inflasi tahun depan masih dalam kisaran 5 plus minus 1 persen," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Miranda kemampuan daya beli masyarakat tetap akan terjaga dengan inflasi yang lebih rendah dari tahun ini.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan tahun depan ada kombinasi yang cukup sulit dalam ekonomi, yakni kombinasi antara perekonomian global yang lesu tapi dengan inflasinya tinggi karena kenaikan harga minyak. Kebijakan moneter dihadapkan pada pilihan menurunkan tingkat inflasi tapi pada saat ekonomi sedang lesu.

"Kalau overheating pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi tinggi kita masih oke. Satu arah. Tapi kalau kombinasi itu agak pelik utuk di-manage," ujarnya.

Mata uang dunia kini menuju ke arah keseimbangan yang baru, karena Amerika Serikat harus mengalami adjusment terhadap kondisi ekonomi yang mereka hadapi.

"Pada semester II-2008 kita akan lihat perkembangan ekonomi dunia karena itu sangat menentukan momentum growthnya. Kita akan menjadi tiga hal, yakni good policy, good institution dan good luck. InsyaAllah growth tahun 2008 sebesar 6,8 persen bisa tercapai," yakinnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads