RI Jangan Kehilangan Peluang AEC

Laporan dari Singapura

RI Jangan Kehilangan Peluang AEC

- detikFinance
Kamis, 22 Nov 2007 19:07 WIB
Singapura, - Indonesia akan berupaya mendapat keuntungan dan peluang dalam ASEAN Economic Community (AEC) yang akan terwujud 2015.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dalam perjalanan menuju AEC, perlu berbagai reformasi di bidang ekonomi.

"Seperti rule of law-nya, infrastrukturnya, dan aturan lainnya agar ekonomi terus tumbuh," kata SBY dalam keterangan persnya di Raffles the Plaza Hotel, Singapura, Kamis (22/11/2007).Dengan demikian, akan tercipta ekonomi yang efisien, efektif, dan kompatibel. "Sudah ada item-item dalam blue print. Jangan sampai kita kehilangan peluang sehingga yang mendapat keuntungan hanya negara lain. "Kita harus berani," bebernya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen berisi blueprint Asean Economic Community (AEC) telah ditandatangani 10 negara ASEAN dalam KTT ke-13 ASEAN di Singapura dan diharapkan pada 2015, AEC telah terwujud.

"Dengan AEC, konsekuensinya, negara-negara anggota akan berbenah diri untuk menggunakan kekuatan masing-masing, sehingga mendapat peluang besar," ujar SBY.

SBY mengingatkan kepada BUMN agar tidak berlindung di balik pemerintah. Meskipun berlabel BUMN, jangan sampai berpikir bisa beroperasi tidak efektif. Karena nantinya, kasihan rakyat.

"Kalau lunak terus, tidak ada upaya untuk tampil sebagai perusahaan kelas dunia. Apa yang akan kita dapatkan," cetusnya.

Terkait kerjasama Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipine Growth Area (BIMP EAGA), menurut SBY, kesuksesannya bergantung kepada pemerintah daerah dan pelaku dunia usaha.

"Memberi ruang seluas-luasnya kepada gubernur untuk kerjasama antar pemda agar mendorong dunia usaha masuk ke situ (ke daerah). Tugas pemerintah adalah memberi umbrela, yang memfasilitasi," ujar dia.

Dengan bangkitnya ekonomi kawasan ASEAN, tambah SBY, pasar Indonesia bisa
meningkat, ekonomi tumbuh, daerah pun makin maju. Dkini pun dia mengakui,
perekonomian Indonesia terus tumbuh.

"Saya menggaris bawahi kerja sama transportasi angkutan laut dan udara, pariwisata, energi, jasa, perdagangan, kelautan, dan perikanan," urainya.

(nvt/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads