Program Diskon Tiket Kereta-Pesawat Sudah Selesai, Ini Hasilnya

Program Diskon Tiket Kereta-Pesawat Sudah Selesai, Ini Hasilnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2026 21:23 WIB
Penumpang menunggu di kedatangan kereta api Airlangga dan Gayabaru Malam Selatan di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (29/6/2022). Memasukin musim liburan sekolah stasiun senen terlihat ramai. Libur anak sekolah dimulai 27 Juni hingga 9 Juli 2022. Hal ini
Ilustrasi penumpang kereta.Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bertepatan dengan periode libur sekolah, Pemerintah memberikan insentif dan diskon transportasi. Mulai dari diskon tiket kereta, diskon tarif dasar kapal Pelni, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP dan subsidi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat domestik berjadwal kelas ekonomi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian Haryo Limanseto, mengatakan Kebijakan insentif dan diskon transportasi ini dihadirkan untuk mendorong masyarakat bepergian selama periode libur sekolah. Dengan begitu aktivitas ekonomi daerah yang menjadi destinasi masyarakat juga ikut bergerak.

Insentif itu antara lain, harga tiket kereta, pemerintah memberikan diskon hingga 30% untuk periode 20 Juni dan telah berakhir pada 5 Juli 2026 kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu juga untuk insentif pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP dan subsidi penuh sebesar 100% untuk PPN DTP tiket pesawat ekonomi domestik berakhir di hari Minggu (5/7) kemarin.

"Hingga saat ini, realisasinya berjalan baik dan penyerapan program oleh masyarakat cukup optimal, ini menunjukkan bahwa stimulus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," jelas Haryo dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

ADVERTISEMENT

Realisasi kebijakan diskon tarif kereta menunjukkan capaian yang optimal, yang mana program ini telah dimanfaatkan oleh 1.303.191 penumpang atau mencapai 110% dari target sebanyak 1.174.624 penumpang.

"Jumlah tersebut juga meningkat 13% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.152.581 penumpang," terangnya.

Dengan realisasi anggaran sebesar Rp 90,9 miliar, kebijakan diskon tiket kereta api ini mencakup 150 perjalanan kereta api reguler dan 26 perjalanan kereta api tambahan, dengan pemberian diskon untuk seluruh layanan kereta api ekonomi non-penugasan (non-PSO/nonperintis).

Selanjutnya, realisasi untuk program insentif transportasi penyeberangan juga menunjukkan capaian yang signifikan, yang berdasarkan data boarding. Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.088 penumpang telah memanfaatkan insentif tersebut atau 93,25% dari target awal sebanyak 1.206.585 penumpang.

"Jumlah tersebut terdiri atas 959.880 penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan 360.141 kendaraan dan 165.208 penumpang pejalan kaki. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah memberikan pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan yang secara keseluruhan setara dengan potongan sekitar 21,11% dari harga tiket penyeberangan," terang Haryo.

Insentif tersebut diberikan kepada penumpang pejalan kaki, pengguna kendaraan roda dua (Golongan II), serta kendaraan pribadi Golongan IVA pada 14 pelabuhan penyeberangan dengan 7 lintasan yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

Sementara itu, yang terakhir insentif berupa diskon tarif dasar kapal Pelni hingga kini masih berjalan. Sehingga realisasi program diskon tarif angkutan laut tersebut masih terus berlangsung, yang akan berakhir pada 15 Agustus 2026 mendatang.

Dalam hal ini per 6 Juli 2026, program tersebut telah dimanfaatkan oleh 481.503 penumpang atau sekitar 69% dari target sebanyak 693.690 penumpang, dengan realisasi anggaran saat ini sebesar Rp 46,9 miliar.

"Dengan periode pelaksanaan yang lebih panjang dibandingkan program diskon transportasi lainnya, realisasi program ini diperkirakan akan terus meningkat hingga berakhirnya masa pemberian insentif," tandasnya.

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads