"Harga terus naik tapi pasti ada waktunya dia akan berhenti. Ekonomi itu kalau ada yang naik pasti ada yang turun suatu saat jadi akan ada keseimbangan baru. Diantara pakar sendiri ada perbedaan pandangan tentang minyak, pasar juga punya penilaian sendiri, kan ada future price untuk bulan bulan depan. Kan per bulannya ada tuh harga-harganya, itu menunjukkan penilaian pelaku pasar terhadap masa depan. Jadi enggak ada yang tahu pasti tapi akan ada keseimbangan baru," tutur Menko Perekonomian Boediono.
Hal ini disampaikan Boediono saat ditemui usai sholat Jumat di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono juga mengatakan, untuk menahan laju inflasi yang didorong oleh kenaikkan harga minyak dunia, pemerintah akan terus mempertahankan kestabilan harga-harga bahan kebutuhan pokok di masyarakat.
"Jadi dengan supply yang cukup untuk barang-barang yang dibutuhkan oleh rakyat, itu akan kita supply yang cukup, jadi disitu adalah kuncinya untuk mengendalikan harga," jelasnya.
Boediono mengatakan bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat itu harus diantisipasi karena akan masuk lewat perlambatan ekspor.
"Terutama barang-barang komoditi non pertambangan dan non energi, karena kalau komoditi pertambangan dan energi ini bagus harganya didorong oleh harga minyak, itu bagian yang sangat penting dari ekspor kita," jelasnya. (dnl/ir)










































