Menurut Direktur TAM Joko Trisanyoto, meski pasar otomotif terus akan membaik sampai tahun depan, namun dipertengahan tahun industri akan dihadapkan dengan tekanan politik menjelang pemilu 2009. Tekanan tersebut akan memicu inflasi dan kenaikan suku bunga.
"Asumsi kita di 2008 BI rate bisa naik jadi 9% lagi, padahal banyak orang mempediksi bisa ke 7%. Tapi saya melihat dengan adanya pemilu akan membuat orang melakukan spending (pengeluaran) lebih banyak yang memicu inflasi," ujarnya disela-sela workshop wartawan di Hotel Horison Bandung, Jumat (23/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun positifnya, menjelang Pemilu, pemerintah habis-habisan memperlihatkan kinerjanya," kata Joko.
Dengan kondisi tersebut, Joko memperkirakan suku bunga pinjaman rata-rata tahun 2008 akan berada dikisaran 15%, nilai tukar rupiah Rp 9.350 per dolar AS dan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,4%.
Selain itu penurunan bea masuk 10% terhadap mobil CBU impor sesuai kesepakatan EPA dengan Jepang akan turut mempengaruhi penjualan mobil tahun depan.
TAM Pertahankan Pangsa Pasar 2008
Dalam kesempatan yang sama Joko juga mengatakan TAM akan tetap mempertahankan pangsa pasar 34,5% tahun depan. Toyota masih mengandalkan Avanza, Kijang dan Rush sebagai merek andalan.
Sampai akhir tahun 2007 TAM memprediksi penjualan mobil sekitar 425-430 ribu unit dengan asumsi penjualan mobil November 40,5-41,5 ribu unit dan Desember 35,5-39 ribu unit. (ard/qom)











































