Prabowo Bertemu 3 Eks PM Thailand, Ini yang Dibahas

Prabowo Bertemu 3 Eks PM Thailand, Ini yang Dibahas

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2026 08:00 WIB
Prabowo Subianto saat peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto/Foto: Istimewa
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan tiga mantan Perdana Menteri Thailand di Gedung Danantara pada Kamis (9/7) kemarin. Pertemuan tersebut didampingi oleh jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, seperti Rosan Roeslani, Dony Oskaria, serta Pandu Sjahrir.

Dalam unggahan di akun @sekretariat.kabinet, Prabowo bertemu Thaksin Shinawatra (2001-2006), Yingluck Shinawatra (2011-2014), dan Paetongtarn Shinawatra (2024-2025).

"Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud eratnya persahabatan yang telah terjalin sejak lama," tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Jumat (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teddy menjelaskan dalam kesempatan tersebut, Thaksin Shinawatra yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara memberikan sejumlah masukan serta bertukar pikiran dengan Presiden Prabowo serta jajaran pimpinan Danantara. Masukan tersebut mengenai berbagai peluang penguatan investasi, strategi pengelolaan aset, serta pengembangan ekonomi nasional yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

"Melalui komunikasi yang erat dengan para pemimpin dan tokoh dunia, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan sekaligus membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional serta memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang," beber Teddy.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan terima kasih atas kunjungan eks ketiga PM Thailand tersebut. Rosan mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bertukar pikiran mengenai dinamika ekonomi global hingga penguatan jejaring strategis serta berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kawasan ASEAN.

"Di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah, kemitraan yang dibangun atas dasar saling percaya dan kepentingan bersama menjadi pondasi penting untuk menghadirkan investasi berkualitas, memperkuat daya saing, dan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan bagi Indonesia," tulis Rosan dalam unggahan di akun Instagram @rosanroeslani.

Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah peluang kerja sama strategis lintas sektor. Pembahasan menyentuh sektor-sektor prioritas, seperti penguatan tata kelola, percepatan hilirisasi industri, hingga transformasi digital berbasis jejaring global.

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads