Selama ini lapangan Suban III dikelola ConocoPhilips dan CPP dikelola Joint Operating Body (JOB) Pertamina dan BUMD Bumi Siak Pasako.
Ketertarikan PetroChina ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai usai mendampingi Presiden SBY menerima Presiden PetroChina, Jiang Jiemin di Istana, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
"Mereka laporkan sedang berbicara dengan manajemen CPP Blok di Riau, dengan Gubernur tadi pagi. Mereka ingin mengembangkan CPP Blok yang sekarang dikelola daerah dan Pertamina. Kemudian mereka juga ingin mengelola Suban Gas," katanya.
Lapangan Suban merupakan sumber gas yang produksinya dikirim ke Jawa melalui pipa SSWJ. Sementara PetroChina selama ini mengelola lapangan gas dekat itu, yaitu lapangan Betara.
Menanggapi itu, Presiden pun menyambut baik karena hal ini merupakan hubungan bisnis to bisnis, "Bapak Presiden mengatakan silahkan saja, dilakukan dengan baik, negosiasi dengan pihak-pihak terkait," katanya.
Purnomo melanjutkan, PetroChina bisa saja melakukan farm in (ikut penyertaan Kepemilikan) ataupun mengakuisisi lapangan Suban III.
Kecewa
Purnomo juga menyatakan pemerintah pusat kecewa tentang turunnya produksi Blok CPP setelah dipegang BUMD lokal. Saat dulu dipegang Caltex, produksi minyak di blok itu sempat mencapai 60 ribu barel per hari. Tapi sejak dipegang BUMD lokal, produksinya menjadi 20 ribu barel per hari.
"Terus terang saya juga kecewa setelah dipegang oleh kita malah turunnya tajam sekali. Kita ingin CPP dinaikkan produksinya," keluhnya.
Tahun ini , PetroChina menginvestasikan US$ 500 juta dolar untuk pengembangan migas di Indonesia.
(lih/qom)











































