Tekad Prabowo Tolak Jual BUMN ke Pihak Asing

Tekad Prabowo Tolak Jual BUMN ke Pihak Asing

Heri Purnomo - detikFinance
Sabtu, 11 Jul 2026 14:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat acara peresmian bendungan, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (YouTube Setpres RI)
Presiden Prabowo Subianto/Foto: YouTube Setpres RI
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto bertekad membenahi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo menceritakan sempat ada rencana sejumlah BUMN hampir dijual ke pihak asing yang kemudian dia tolak.

Orang nomor satu di Indonesia itu meyakini BUMN akan mampu bersaing, maka dari itu ditolak. Prabowo menyebutkan beberapa BUMN yang mau dijual, mulai dari sejumlah BUMN pertanahan semacam PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.

Prabowo melarang penjualan BUMN tersebut dan berkomitmen untuk membangkitkan industri pertahanan agar BUMN bisa bertahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual! PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ujar Prabowo dalam pidatonya yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/6/2026).

Prabowo mengatakan bahwa BUMN yang tadinya hampir sempat dijual, kini sudah menunjukkan kinerja yang baik, misalnya PT PAL yang bisa memproduksi kapal perang dan kapal selam.

ADVERTISEMENT

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, saudara-saudara sekalian," tegas Prabowo.

Kemudian, Prabowo juga menyebutkan PT Pindad sudah mendapatkan kontrak untuk menyuplai senapan mesin ke Arab Saudi.

"Sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad," sebutnya lagi.

BUMN Penerbangan

Tidak hanya BUMN Pertahanan, Prabowo juga menyebutkan bahwa BUMN penerbangan juga hampir sempat dijual. Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk juga hampir dijual ke asing, namun pemerintah memperbaiki manajemennya dan sekarang perusahaan akan segera mendulang keuntungan setelah bertahun-tahun merugi.

"Garuda (Indonesia) tadinya mau dijual, bulan depan sudah mulai untung, pelan-pelan kita perbaiki semua kekurangan," kata Prabowo.

Di satu sisi, Prabowo mendapatkan hasil laporan kinerja BUMN. Dari laporan terbaru, dia mengatakan sejumlah BUMN yang selama puluhan tahun merugi kini sudah mulai untung.

"Saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, rugi, rugi, tahun ini mulai untung, saudara-saudara sekalian. Mulai untung ya," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan keuntungan tersebut didapati usai pembenahan di BUMN yang tengah dilakukan oleh BPI Danantara. Pasalnya kata Prabowo, sebelum dilakukan pembenahan, BUMN menjadi sarang korupsi.

"Saya juga merasa besar hati bangga, berapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi," kata Prabowo.

Prabowo juga mengaku kaget ketika baru dilantik jadi Presiden Indonesia bahwa jumlah BUMN dan anak usahanya yang mencapai lebih dari 1.000. Menurut perkiraannya itu, jumlah BUMN maksimal hanya 400 saja.

"Begitu saya dilantik jadi presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1.077. itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan," ungkap Prabowo.

Dia menyebutkan hingga hari ini Danantara sudah menutup 240 BUMN yang dinilai rugi dan pada akhir Juli ini akan mencapai 250 BUMN yang bakal ditutup.

Halaman 2 dari 2
(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads