"Untuk saya kemacetan di Jakarta itu faktornya ada dua, mobil yang kebanyakan atau jalannya yang kurang," kata Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto, di acara workshop di Hotel Horison, Bandung, Sabtu (24/11/2007).
Sebelumnya sejumlah pihak menuding produsen mobil sebagai pihak yang ikut bertanggungjawab terhadap kemacetan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga dengan Thailand yang berpenduduk 67 juta jiwa atau sepertiga penduduk Indonesia penjualan mobilnya mencapai 700 ribu unit. Sedangkan Indonesia dengan penduduk 200 juta lebih penjualan mobilnya hanya 400 ribu unit per tahun.
"Kalau melihat angka penjualan Indonesia, maka penjualan di Malaysia dan Thailand lebih banyak tapi kok tidak macet ya. Memang dulu di Bangkok jalan-jalannya macet luar biasa tapi kini jalannya lebih baik," katanya.
"Dari sini kita bisa simpulkan penyebabnya apa. Ini lebih persoalan mismanagement," imbuh Joko.
Menurut Joko produsen mobil memang lebih banyak melakukan penjualan di Jakarta lalu kota-kota di Jawa. Ini karena pasar yang banyak terserap memang di wilayah itu.
"Jadi kalau kemacetan yang disalahkan industrinya, lalu dimatikan, berapa banyak pengangguran," tukas Joko.
Mengenai rencana pembatasan BBM tahun 2008, menurut Joko pihak Toyota terus melakukan inovasi dengan membuat produk yang ramah lingkungan seperti mobil hybrid.
"Kalau produsen mobil sebenarnya siap membuat mobil hybrid, tapi masalahnya bagaimana kemampuan persediaan bahan bakarnya," katanya.
(ir/ir)











































