Temukan CBM di Sumsel, Jepang Minta Bagi Hasil 70%

Temukan CBM di Sumsel, Jepang Minta Bagi Hasil 70%

- detikFinance
Minggu, 25 Nov 2007 14:55 WIB
Jakarta - Jepang menemukan potensi gas batubara atau Coal Bed Methane (CBM) di Sumatera Selatan dengan potensi cadangan 359,1 miliar kaki kubik (BCF).

Namun untuk mengembangkannya, Jepang meminta bagi hasil lebih dari 70 persen. Padahal, satu-satunya kontrak pengembangan CBM yang sudah disetujui pemerintah saat ini hanya memberikan bagi hasil sebesar 45 persen untuk kontraktornya, yaitu konsorsium Medco-Ephindo.

Demikian tercantum dalam hasil studi kelayakan yang dilakukan Direktorat Divisi Batubara Kementrian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang yang dikutip detikfinance, Minggu (25/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil studi dirumuskan, produksi awal gas tersebut bisa mencapai 150 MMSCFD. Namun volume sebesar itu tidak bisa menggantikan gas alam untuk memasok pipa South Sumatera West Java. Namun hanya bisa digunakan untuk pemakaian di dekat mulut sumur (wellhead) seperti untuk bahan bakar pembangkit listrik, penggunaan rumah tangga, dan lain-lain.

Kecuali setelah produksi gasnya bertambah beberapa ratus juta kaki kubik lagi karena potensi gas di lokasi tersebut mencapai 359,1 miliar juta kaki kubik (BCF).

Untuk pengembangannya, diperkirakan memerlukan biaya hingga US$ 326,150 juta, termasuk untuk pengeboran 170 sumur. Sementara harga jual gas yang diminta adalah US$ 5/mmbtu.

Permintaannya tak hanya sampai situ, Jepang juga meminta tax holiday dan bentuk perjanjian jual beli gas (PJBG) yang berbeda dengan gas alam.

Menanggapi itu, Dirjen Migas Luluk Sumiarso menyatakan, permintaan pihak Jepang itu masih harus dibahas oleh pemerintah.

"Mereka kan baru mengajukan, kan sah-sah saja mengajukan," katanya. (lih/mar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads