Bos Bulog Ungkap Nasib Bansos Beras Lanjut ke Juli 2026

Bos Bulog Ungkap Nasib Bansos Beras Lanjut ke Juli 2026

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 13 Jul 2026 17:40 WIB
Pembagian bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dilakukan di Kantor Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor, Jumat (23/2/2024). Warga mengantre panjang.
Ilustrasi warga membawa bantuan sosial beras. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani buka-bukaan soal nasib bantuan pangan berupa beras yang direncanakan akan berlanjut pada bulan Juli ini hingga 3 bulan ke depan. Rencananya, bantuan ini akan berupa beras 10 kilogram.

Rizal memastikan program bantuan pangan beras akan kembali berlanjut. Pasalnya, stok beras Bulog saat ini masih cukup untuk bantuan program tersebut.

Hanya saja, saat ini, Bulog belum menerima penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan bantuan tersebut. Hal ini karena Badan Pangan Nasional masih menunggu terbitnya anggaran belanja tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oh ya, bantuan ini akan berlanjut. Kita lagi nunggu penugasannya turun dari Bapanas. Karena Bapanas juga tidak berani menugaskan kami walaupun kita ada stok berasnya kalau belum turun anggarannya. ABT-nya belum keluar. Menunggu ABT dari Kemenkeu," ujar Rizal saat ditemui di Kantor Bulog, Jakarta, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, pemerintah memutuskan kembali memberikan bantuan pangan beras selama 3 bulan mulai bulan Juli ini. Bantuan ini untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga pangan. Bantuan beras ini sebanyak 10 kilogram per bulan dan akan mengalir kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Pelaksana program bantuan ini adalah Kementerian Sosial.

Kebijakan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) usai Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

"Masuk musim kemarau nanti dan juga melihat perkembangan yang terakhir agar harga-harga sembako tidak boleh naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah. Oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan," terang Zulhas.

Meski targertnya 3 bulan, Zulhas bilang ada kemungkinan bantuan sosial itu tak bisa disalurkan Juli hingga September secara berturut-turut lantaran perlu menyesuaikan dengan kondisi musim paceklik. "Tapi yang Juli harus. Berarti lebih kurang 1 juta ton," ujarnya.

Zulhas menambahkan bantuan ini tidak akan berdampak terhadap stok beras yang ada. Pasalnya kata Zulhas, saat ini stok beras Indonesia mencapai 5,2 juta ton. "Jadi kalau stok kita 5,2 juta ton akan berkurang sekitar 1 juta ton," tuturnya lagi.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads