JBIC Danai 4 Proyek Listrik

JBIC Danai 4 Proyek Listrik

- detikFinance
Minggu, 25 Nov 2007 18:05 WIB
Jakarta - Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sedang dalam negosiasi untuk mendanai empat proyek listrik di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk melanggengkan investor Jepang yang akan masuk ke Indonesia.

Keempat proyek listrik itu adalah proyek ekspansi PLTU Paiton 3, ekspansi PLTU Tanjung Jati B, proyek PLTP Sarulla, dan proyek PLTU Cirebon.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM J Purwono menjelaskan, JBIC tertarik mendanai keempat proyek itu karena pengelola beberapa PLTU itu pun berasal dari Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena proyek-proyek itu kan juga dikelola pengusaha Jepang, jadi wajar-wajar saja," katanya ketika dihubungi detikfinance, Minggu (25/11/2007).

Purwono melanjutkan, pemerintah sangat terbuka dengan niat JBIC itu. Bahkan JBIC juga bisa mengikuti tender pendanaan proyek percepatan 10.000 MW karena bisa menawarkan pinjaman yang kompetitif tanpa perlu jaminan pemerintah seperti pendanaan dari China.

"Antara JBIC dan pemerintah kan sudah punya umbrella agreement, sehingga mereka tidak perlu lagi government guarantee," jelasnya.

Beberapa pembangkit yang dimiliki perusahaan Jepang adalah PLTU Tanjung Jati B (2x600 MW) yang dikelola Sumitomo, PLTP Sarulla (200 MW) sebagian sahamnya dimiliki Itochu, dan PLTU Cirebon (600MW) yang dimiliki Marubeni.

Sementara ekspansi PLTU Paiton 3 (2x615 MW) tendernya baru saja dimenangkan Paiton Energy Company.

Keinginan JBIC mendanai empat proyek listrik di Indonesia ini awalnya dikemukakan Senior Executive Director JBIC Fumio Hoshi. "Kami sedang dalam negosiasi untuk mendanai ekspansi Paiton 3, ekspansi Tanjung Jati B, proyek listrik Sarulla dan Cirebon," katanya dalam Pertemuan Energi Indonesia-Jepang ke-8 yang digelar Kamis (22/11/2007).

Pendanaan ini dalam rangka memuluskan jalan investor Jepang yang sedang mengincar beberapa bisnis di Indonesia.

"Bagi kami, listrik adalah 'nasi' bagi industri. Untuk menarik investor-investor ini, pasokan listrik sangat penting," lanjutnya. (lih/asy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads