Raksasa Otomotif Dikabarkan Krisis, PHK hingga 100.000 Karyawan

Raksasa Otomotif Dikabarkan Krisis, PHK hingga 100.000 Karyawan

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 13 Jul 2026 21:07 WIB
Pabrik Volkswagen alias VW.
Ilustrasi.Foto: Doc. GettyImages
Jakarta -

Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 50.000 karyawan lagi demi menyesuaikan daya saing para kompetitornya. Hal ini terungkap dalam sebuah memo internal tertanda CEO Volkswagen, Oliver Blume.

Dikutip dari CNBC, dengan begitu Volkswagen berencana PHK terhadap total 100.000 karyawan. Sebagai informasi, sebelumnya Volkswagen telah memangkas 50.000 karyawan di seluruh grup, termasuk anak perusahaan Porsche dan Audi.

Namun, berdasarkan memo CEO Volkswagen, perusahaan harus mengurangi biaya lagi setelah menghitung kerugian sebesar 20%. Kondisi ini diartikan sebagai sinyal pengurangan sebanyak 50.000 karyawan lagi di seluruh dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Volkswagen dikabarkan merampingkan struktur karyawan menyusul merosotnya laba bersih perusahaan imbas tarif miliaran euro dan persaingan ketat di China.

"Saat ini kami sedang mengevaluasi di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah berapa banyak penyesuaian yang sebenarnya diperlukan dan layak dilakukan," kata Blume dalam memo tersebut, dikutip dari CNBC, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Volkswagen tersebut menolak berkomentar mengenai laporan bahwa mereka sedang mempertimbangkan pengurangan hingga 100.000 karyawan. Namun setelah memo tersebut beredar, terdapat seruan amarah dari para pekerja yang mendesak manajemen Volkswagen menjelaskan rencana restrukturisasi kepada dewan pengawas perusahaan.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, perwakilan buruh di komite tersebut memblokir proposal tersebut. Menurut perwakilan buruh, rencana tersebut mencakup PHK dan opsi penutupan empat pabrik.

"Hingga hari ini, kami masih belum dapat mengkonfirmasi kasus penggunaan yang kompetitif untuk pembangkit listrik di Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm pada tahun 2030-an," kata Oliver Blume dalam memo tersebut.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads