"Nanti saya bahas dulu dengan kabinet meeting hari Rabu, jadi angka-angka baru saya keluarkan disitu," ujar Menkeu Sri Mulyani usai breakfast meeting dengan Gubernur BI dan Menko Perekonomian di Gedung BI, Jakarta, Senin (26/11/2007).
Opti itu akan memperhitungkan bagaimana pengaruh harga minyak ke penerimaan negara, subsidi minyak, komposisi belanja maupun dari sisi defisit anggaran.
"Tapi semua mungkin cukup baik. Kita akan lihat seberapa lama dan bagaimana pengaruh kenaikan harga minyak terhadap APBN," ujar Menkeu yang menolak menyebutkan apa saja opsinya.
Seperti diketahui, akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus level US$ 99 per barel, subsidi BBM membengkak hingga menjadi sekitar Rp 90 triliun.
Mengenai pertumbuhan ekonomi tahun 2007, Sri Mulyani optimistis angka 6,3% bisa tercapai dengan melihat perkembangan ekonomi triwulan II-2007.
"Untuk tahun 2007, pertumbuhan ekonomi 6,3% sangat mungkin dicapai terutama melihat perkembangan triwulan II," ujarnya dengan yakin.
Meski harga minyak yang cukup tinggi selama 3 bulan terakhir mungkin akan memberikan pengaruh dari sisi penerimaan maupun pengeluaran, namun menurut Sri Mulyani keduanya masih bisa saling menyeimbangkan.
"Ditambah dengan kebijakan dari segi belanja pemerintah. Keseluruhan APBN nampaknya cukup baik. Disatu sisi outlook neraca pembayaran BI cukup bagus, inflasi sesuai harapan. Jadi secara umum 2007 baik," pungkasnya.
(qom/ir)











































