Permintaan di atas ia sampaikan dalam sesi keterangan pers bersama Presiden Ekuador, usai pertemuan bilateral kedua Kepala Negara di ruang credential Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (26/11/2007).
"Pertamina diberi kesempatan laksanakan kegiatan bisnis ekploitasi dan produksi migas di Ekuador dengan aturan yang saling menguntungkan. Saya ingin Pertamina segera implementasikan kesepakatan itu," kata SBY.
Harapan serupa juga disampaikan Presiden Rafael Correra Delgado. Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia belakangan ini benar-benar menguras sumber anggaran negara dan menjadi beban rakyat.
Padahal Ekuador cukup kaya dengan sumber daya energi, tapi tidak memiliki sarana produksi dan kemampuan teknologi yang memadai. Diharapkan di masa mendatang kerjasama itu dapat diperluas untuk sektor gas dan sumber energi lainnya.
"Saya sangat antusias dengan kesepakatan migas ini. Kami memang mengundang para investor masuk dan melaksannakan kegiatan demi kemakmuran bersama," ujarnya.
Dirut Pertamina Ari Soemarno yang ditemui di tempat sama menyatakan pihaknya sudah sangat siap melakukan melakukan ekspansi di Ekuador. Kegiatan ekspoitasi akan digelar di tiga lapangan minyak dengan nilai total proyek mencapai US$ 50 juta.
"Tahun depan kita juga bisa mulai," sahutnya optimistis. (lh/qom)











































