Medco Foundation menanam pohon yang merupakan bahan pembuat minyak kayu putih itu di lahan seluas 20 hektar yang akan dikelola dan menjadi milik masyarakat setempat.
Chairman Medco Foundation Arifin Panigoro terlibat langsung dalam acara yang bertema "Aksi Penanaman Serentak Indonesia Dan Pekan Pemeliharaan Pohon Dalam Menyongsong Pertemuan Internasional tentang Perubahan Iklim Global."
Acara tersebut diadakan di Urumb Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (26/11/2007). Acara dihadiri Menteri Kehutanan M.S Kaban, Arifin Panigoro dan Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze.
Berikut wawancara wartawan dengan Arifin, terkait bisnis baru yang akan digeluti oleh Medco, sekaligus untuk penyelamatan lingkungan.
Rencana Jangka Panjang Medco untuk perkebunan di Merauke?
Saya kira bibit eucalyputs yang kita tanam untuk rakyat ini akan besar dan ekonomis selama 8 tahun. Saya pikir selama 8 tahun ini dari Medco dan associate sampai 1 juta Ha bisa dikerjakan bersama-sama, dan saya optimis. Kita untuk pelestarian lingkungan di Jakarta juga ada, seperti di hulu-hulu sungai yang sering kebanjiran, tanggal 28 November nanti akan kita tanam. Tapi kalau di Merauke kan perusahaan juga minat untuk beli kayu, saya kira akan banyak dilakukan di sini.
Untuk Medco sendiri berapa luas lahan yang mau digarap?
Itu tergantung kesepakatan dengan Pemda, tapi saya lihat lahan savana di sini bisa dihijaukan dan itu tidak masalah. Karena lahan itu siapa pun pemiliknya baik masyarakat atau dalam bentuk HTI (Hutan Tanaman Investasi) milik Pemda atau swasta kalau jadi hijau itu suatu yang menguntungkan.
Kalau HTI berapa alokasi dana yang disiapkan?
Itu tergantung yang dikasih berapa, kalau Pak Menteri (Kehutanan) atau Bupati memberi 1 juta Ha ya alhamdullilah. Tapi saya kan baru di perkebunan, jadi belum kasih banyak target, jadi saya tanam saja sebisanya dulu.
Apa pertimbangan Medco mengembangkan bisnis ke perkebunan?
Pertimbangannya kalau bisa dari 80 ribu barel per hari kan itu mengkontribusi ke penerbitan CO2, kalau bisa diimbangi dengan ekuivalen itu dengan jadi perusahaan carbon netral, menggali CO2 tapi juga menetralkan. Karena kalau perusahaan terlalu besar, se-Indonesia ditanam juga tidak cukup. Tapi kalau sebesar Medco mudah-mudahan lah kita dorong dimana-mana supaya penghijauan bertambah dan ada oil company yang posisinya jadi carbon netral.
Jadi rencananya Medco mau diversifikasi ke perkebunan?
Iya tentu arahnya pasti ke sana, kita berkeinginan dan kita pemain baru.
Kan Medco juga mau investasi pabrik kayu dan pulp, itu nilai investasi berapa?
Saya lupa, tapi buat saya yang penting penghijauan dulu, bisnis menyusul, jadi hijau dulu baru kita masuk.
Tidak takut Pak, kan industri pulp lagi disorot?
Tidak, selama pegangannya kita harus menanam supaya bisa mengadsorb CO2 daripada ditebang. Jadi asal itu dipegang tidak masalah.
(dnl/qom)











































