Hal ini disampaikan oleh Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze usai acara gerakan penghijauan yang dilakukan Medco Foundation di Merauke, Papua, Senin (26/11/2007).
"Kita harapkan akan banyak swasta yang masuk untuk pengolahan perkebunan dan pertanian di Merauke. Sehingga beban pemerintah tidak berat dalam pengolahan karena dibantu swasta," tuturnya.
Dengan mengundang investor lain, lanjut Johannes, diharapkan mereka akan ikut mengembangkan bisnisnya di Merauke. Dampaknya, perekonomian Merauke pun bisa tumbuh sehingga rakyat bisa sejahtera.
Menurut Johannes, sejumlah investor sudah menyatakan minatnya untuk mengembangkan bisnisnya di Merauke.
"Investor yang sudah masuk antara lain Sinar Mas di Distrik Okaba untuk kelapa sawit seluas 300 ribu Ha, selain itu Korindo juga akan masuk, kemudian Genting dari Malaysia dan tentu saja Medco yang juga berencana masuk," ungkapnya.
Mengenai perkembangan pertanian, Pemda Merauke kini sedang melakukan efisiensi pengolahan lahan pertanian dengan menggunakan teknologi baru.
"Kita akan mengembangkan padi yang sesuai dengan permintaan pasar, sehingga dapat diserap oleh Dolog, saat ini ada 1,9 juta Ha lahan pertanian dan yang dikelola baru 23 ribu Ha dengan kapasitas 4-5 ton padi per Ha," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan M.S. Kaban mengatakan, kondisi lahan hutan di Papua sangat bagus.
"Akan tetapi kita juga harus mengurangi eksploitasinya supaya tidak mengulangi kesalahan seperti di Kalimantan dengan mempertahankan hutan virgin di Papua," jelasnya.
Kaban juga mengatakan bahwa peluang industri untuk mengolah lahan di Papua sangat terbuka. "Potensi lahan masih luas, Merauke termasuk daerah yang sangat potensial karena iklimnya cocok untuk pertanian dan perkebunan," imbuhnya.
(dnl/qom)











































