Beredar Kabar Dirut Peruri Diganti, Bos Danantara Buka Suara

Beredar Kabar Dirut Peruri Diganti, Bos Danantara Buka Suara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2026 21:08 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria
Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Beredar kabar Direktur Utama (Dirut) Perum Peruri diganti. Dwina Septiani Wijaya yang selama ini menjabat dirut, digantikan oleh Purnawirawan TNI.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria buka suara saat dikonfrimasi soal kabar pergantian tersebut.

"Eh saya belum cek.. belum cek grupnya ya. Coba nanti saya kabari, saya masih di dalam kan dari tadi. Kayaknya baru ya," ujar Dony di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika dikonfirmasi lagi, Dony mengatakan mungkin penggantian Dirut Peruri memang sudah diumumkan. Dia menekankan rencana penggantian Dirut memang sudah ada.

"Eh saya rasa kalau udah diumumkan iya mungkin ya, karena tadi saya kan di dalam. Tetapi keputusannya sudah ada," ujar Dony.

ADVERTISEMENT

Dari kabar yang diperoleh detikcom, Dwina Septiani Wijaya digantikan oleh Teguh Arief Indratmoko. Sosok Teguh merupakan Purnawirawan TNI AD yang terakhir menjabat sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI.

Kabarnya, Teguh menjadi Dirut Peruri berdasarkan SK BP BUMN Nomor: 345 Tahun 2026 dan SK Nomor: 346 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas Peruri, tanggal 15 Juli 2026.

Kembali ke Dony, ketika ditanya mengapa Teguh yang berlatar tentara diangkat menjadi Dirut Peruri, dia mengatakan alasannya adalah pemerintah ingin memperkuat aspek keamanan dari Peruri.

Seperti diketahui, Peruri saat ini memiliki usaha inti berupa percetakan uang Rupiah yang membutuhkan aspek keamanan yang tinggi.

"Oh kan tergantung kebutuhan kan kita. Jadi semua eh penempatan direksi itu tergantung kebutuhan kita. Kita butuh apa, Peruri ini kan sebetulnya perusahaan untuk yang dijaga keamanan, security, dan lain sebagainya," beber Dony.

"Kita butuh ya, jadi ini kan bukan perusahaan sebetulnya Peruri ini lebih kepada alat pemerintah untuk mengontrol tadi kan, karena ini bukan bukan perusahaan komersial kan, sebetulnya," sambung Dony.

(hal/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads