Bos Agrinas Jamin Kopdes Bikin Warung Tambah Untung, Ini Sebabnya

Bos Agrinas Jamin Kopdes Bikin Warung Tambah Untung, Ini Sebabnya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2026 14:34 WIB
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

PT Agrinas Pangan Nusantara memastikan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tak mematikan usaha lokal, seperti warung. Menurut Direktur Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, KDKMP dirancang agar seluruh barang yang diproduksi di industri bisa dijual dengan harga murah.

Joao mengatakan salah satu kendala yang selama ini dihadapi warung di desa, yakni rantai distribusi yang panjang. Hal ini membuat harga barang di tingkat pengecer menjadi mahal.

"Mereka dapat mengakses semua barang yang kita dapat akses di kota mereka, di desa pun akan bisa mengakses barang yang sama dengan harga yang lebih fair. Terutama untuk warung-warung kecil yang mungkin selama ini karena jalur distribusi yang begitu panjang," ujar Joao usai acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, rantai distribusi yang panjang ini membuat keuntungan warung di desa makin menipis. Joao menyebut keuntungan warung desa bisa makin bertambah dengan kehadiran KDKMP.

ADVERTISEMENT

"Sehingga harga yang margin mereka dapat sangat mepet. Dengan kehadiran Koperasi Merah Putih, margin yang mereka dapat itu bisa lebih tebal sehingga kesejahteraan bagi warung-warung kecil bisa lebih cepat terwujud dengan kehadiran Koperasi Merah Putih," beber Joao.

Saat ditanya mengenai apakah akan ada skema harga khusus bagi warung-warung tersebut, Joao menegaskan kebijakan operasional akan ditentukan secara partisipatif dari masyarakat. Pasalnya, kehadiran KDKMP juga tak lepas dari peran masyarakat desa.

"Nah ini yang nanti kita harus bicarakan dengan masyarakat desa karena Koperasi Merah Putih itu adalah seluruh masyarakat desa sehingga yang menentukan kebijakannya seperti apa selalu harus kita mintakan keputusan dari seluruh warga desa sebagai pemilik koperasi tersebut," jelasnya.

Joao menekankan KDKMP dikelola sebagai koperasi modern yang berbasis digital, akuntabel, dan transparan. KDKMP, lanjut Joao, dapat menekan harga dengan memangkas jalur distribusi.

"Untuk mengontrol harga itu adalah khususnya kalau harga distribusi dari produsen-produsen yang selama ini menyuplai retail-retail modern, yaitu dengan memastikan bahwa jalur distribusi yang kita miliki atau logistik yang kita miliki bisa kita manfaatkan untuk menekan harga untuk dijual di desa-desa dengan harga yang lebih stabil," tutur Joao.

Selain itu, Joao menyebut Agrinas telah menyiapkan sistem hub yang mengkoneksikan data produksi di setiap kabupaten. Sistem ini memungkinkan pemerintah, khususnya Badan Pusat Statistik (BPS), untuk memantau arus barang dan melakukan analisis inflasi dengan lebih akurat.

"Sehingga kita tahu barang apa yang ada di sana dan jalur distribusi yang paling pendek untuk didistribusikan sehingga harga tetap terkontrol dan itu akan menjadi sebuah data yang bisa digunakan oleh semua kementerian khususnya untuk BPS untuk melakukan analisa terkait dengan inflasi," imbuh ia.

Tonton juga video "Zulhas: Seluruh Bantuan-bantuan Pemerintah Melalui Kopdes"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads