Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan setiap Koperasi Desa Merah Putih mendapatkan alokasi anggaran Rp 3 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fisik, gerai, serta sarana dan prasarana.
"Untuk setiap desa itu dialokasikan Rp 3 miliar setiap desa itu dibagi menjadi untuk pembangunan fisik, gerai dan untuk menyediakan sarana prasarana," ujar Joao usai acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Ia membeberkan pihaknya telah melakukan pengadaan sebanyak 26 barang untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih, mulai dari mobil pickup, truk, motor tiga roda, sistem Point of Sales (POS), digitalisasi sistem, CCTV, hingga pendingin ruangan (AC)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk seperti, mobil pickup, truk, motor 3 roda, ada sistem rak, kemudian sistem POS-nya, digitalisasinya, CCTV, AC dan segala kebutuhan atau kurang lebih 26 poin barang-barang yang kita supply sebagai sarana-prasarana untuk mendukung operasionalisasi setiap gerai tersebut," terang ia.
Terkait sumber dana, ia menjelaskan alokasi anggaran tersebut berasal dari hasil realokasi dana desa yang dikelola secara lebih efektif dan efisien. Nantinya, Kementerian Keuangan akan mencicil kepada Himbara yang sebagai penyalur kredit.
"Jadi dana yang harusnya Rp 240 juta untuk 80 ribu desa, itu harusnya digelontorkan harus diambil dari APBN tahun ini, beliau (Presiden Prabowo) melakukan suatu inovasi yang luar biasa, terobosan sehingga Danantara yang menyediakan anggaran tersebut. Kemudian kementerian keuangan yang akan melakukan pencicilan sehingga kegiatan ekonomi atau kegiatan perputaran uang di bank-bank tersebut menjadi suatu pemberian manfaat yang sangat besar," beber Joao.
Menurut Joao, skema tersebut memberi kepastian bagi perbankan. Sebab, kredit tersebut mendapatkan jaminan negara melalui Dana Desa sehingga risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) bisa ditekan seminim mungkin.
"Kepada bank-bank dan juga ada kepastian bahwa tidak terjadi NPL karena ini kredit, apalagi yang lebih baik kalau kredit dijamin sama negara, itu yang dilakukan terobosan yang luar biasa oleh Pak Presiden," jelasnya.
Kopdes Merah Putih Bisa Untung Rp 597 Juta/Tahun
Di sisi lain, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menyalurkan barang-barang subsidi sekaligus bantuan pemerintah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Joao memperkirakan keuntungan yang diperoleh dari menyalurkan barang subsidi.
"Jadi dengan kehadiran Koperasi Merah Putih itu hanya dengan membagi barang-barang subsidi, itu setiap desa akan mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 597 juta per tahun per desa. Itu hanya dengan mendistribusikan barang subsidi," ujar ia.
Menurut Joao, angka tersebut melampaui ekspektasi awal pihaknya. Awalnya, Agrinas sempat membuat hitungan konservatif dengan skenario penyaluran 30% hingga 50%. Namun, ia mengapresiasi keputusan Prabowo yang memberikan porsi 100% untuk penyaluran barang subsidi melalui desa.
"Kami tadinya agak pesimis, kami sempat bikin hitungan seandainya kita disetujui 30% atau mungkin 50% atau 100%. Ternyata Pak Presiden menyetujui 100% barang subsidi disuplai ke setiap desa," terang ia.
Selain sebagai penyalur barang subsidi, Joao menjelaskan Kopdes Merah Putih juga dikembangkan menjadi pusat distribusi, termasuk distribusi finansial.
"Jadi, pusat distribusi selain daripada distribusi barang-barang subsidi, juga menjadi pusat distribusi finansial yang mendapatkan subsidi maupun tidak subsidi dari pemerintah yang bisa diakses langsung oleh masyarakat desa sehingga itu menjadi sangat penting," tuturnya.
Simak Video 'Dirut Agrinas Minta Maaf soal Gaji Pengelola Kopdes: Itu Salah Kami':
(acd/acd)









































