Surveyor Indonesia Diminta Awasi Mutu Tabung Elpiji 3 Kg

Surveyor Indonesia Diminta Awasi Mutu Tabung Elpiji 3 Kg

- detikFinance
Senin, 26 Nov 2007 17:31 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan meminta PT Surveyor Indonesia (SI) untuk mengawasi mutu tabung elpiji 3 kg yang digunakan untuk program konversi minyak tanah.

"Kita masih melakukan negosiasi harga dengan surveyor," kata Dirut Pertamina Ari Soemarno di kantor Wapres, Jakarta, Senin (26/11/2007).

Menurut Ari, sebenarnya setiap produsen tabung elpiji 3 kg itu sudah diwajibkan memenuhi SNI. Untuk tahun ini, 14 produsen tabung elpiji dan juga kompor menurut Ari semuanya sudah berhasil memenuhi SNI. Termasuk yang baru mendaftar, total akan ada 31 produsen tabung elpiji.

"Tapi tahun depan ini akan bermunculan pabrik-pabrik baru yang sudah mendaftar di kita. Kalau mereka produsen baru maka dibutuhkan Surveyor. Jadi Surveyor ini penekanannnya ke produsen-produsen baru. Tapi kita juga akan lakukan survey di produsen-produsen yang ada supaya lebih terjamin," urainya.

Presdir SI, Didie B. Tedjosumirat mengatakan, pihaknya memang diminta mengawasi mutu tabung dan kompor gas. Pasalnya, 7-11 persen tabung gas yang beredar di pasaran ternyata tidak memenuhi standar.

"Itu kan berbahaya bagi masyarakat pengguna. Banyak pengguna jasa yang tidak memahami standar keselamatan. Ini bukti bahwa pemerintah semakin peduli," ujarnya.

SI akan mengawasi skema pemeriksaan sebelum produksi, pemeriksaan di pabrik seperti alat tes dll.

"Selama proses produksi kita harus ada di pabrik, mengawasi bahan baku dan proses produksi, pengujian-pengujian juga harus disaksikan. pertamina yang akan menugaskan," imbuhnya.

SI akan mengawai tabung yang yang masih ada di pabrik, termasuk juga tabung impor. Sementara yang sudah terlanjur ada di pasaran akan dicek ulang.

Ari menambahkan, kontrak dengan SI diharapkan bisa rampung paling lambat bulan Desember, sehingga Januari sudah bisa berjalan pengawasannya. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads