Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers di gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (26/11/2007).
"Seperti untuk elektronik dan otomotif, ASEAN bisa menjadi basis produksi. Mungkin nanti ada perusahaan multi nasionalnya, dia punya anak perusahaan di beberapa negara ASEAN, dan bisa saling tukar komponen. Indonesia punya kemampuan untuk itu," katanya.
Indonesia dinilai mampu karena memiliki potensi pasar terbesar, potensi sumber daya alam dan tenaga kerja. Ironisnya, saingan Indonesia kini bukan lagi Singapura atau Malaysia, tapi Kamboja, Thailand dan Laos.
"Pertumbuhan Singapura dan Malaysia pada 2007 hingga saat ini diatas rata-rata. Mungkin kita harus bersaing dengan Thailand, Kamboja, dan Laos," katanya.
Pada ASEAN Economic Community Blue Print, ada 12 sektor yang menjadi prioritas. Terdiri dari 7 sektor barang dan 5 sektor jasa.
Sektor barang antara lain produk pertanian, otomotif, elektronik, perikanan, produk karet, TPT, dan produk berbahan kayu. Untuk jasa, antara lain penerbangan, e-Asean, kesehatan, pariwisata, dan layanan logistik. (lih/qom)











































