Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar atau konsumen teknologi. Menurut Airlangga, Indonesia berkomitmen menjadi aktor yang membentuk masa depan ekonomi digital dan ekosistem AI dunia.
Airlangga menegaskan komitmen Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) global. Hal ini disampaikan Airlangga dalam acara dalam High-Level Meeting of World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) Founding State.
Menurutnya, AI telah menjadi bagian integral dari transformasi teknologi global yang mengubah struktur perekonomian, mendefinisikan ulang daya saing global, serta memengaruhi pendekatan negara dalam membangun kedaulatan teknologi. Dalam hal ini, Indonesia tidak ingin sekadar menjadi pasar atau konsumen teknologi, melainkan berkomitmen menjadi aktor yang membentuk masa depan ekonomi digital dan ekosistem AI dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi penonton atau konsumen dalam perlombaan kecerdasan buatan ini. Kami adalah arsitek aktif dari garda terdepan era digital," ujar Airlangga dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Visi ini didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang kuat di tengah dinamika geopolitik, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% pada tahun 2026. Pemerintah terus mengintegrasikan percepatan adopsi teknologi dengan penguatan kemandirian nasional.
Selain itu juga disampaikan, Indonesia telah memulai langkah strategis sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo melalui kerja sama di bidang semikonduktor dan AI bersama ARM Holdings pada Februari 2026. Melalui kolaborasi antara ARM Holdings tersebut, Indonesia memperkuat posisi AI dan semikonduktor sebagai kunci digitalisasi global.
Airlangga menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan AI dan infrastruktur digital di kawasan. Pada 2026, jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai sekitar 235 juta orang atau setara dengan tingkat penetrasi sekitar 81%.
Indonesia memiliki potensi signifikan untuk pengembangan dan penerapan teknologi AI. Untuk menangkap peluang tersebut, Pemerintah tengah mengembangkan National AI Roadmap yang akan menjadi acuan pengembangan ekosistem AI nasional, mencakup investasi infrastruktur digital, pengembangan talenta, riset dan inovasi, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Penguatan ekosistem digital ini disokong secara langsung oleh infrastruktur yang memadai, di mana Indonesia saat ini telah mengoperasikan 182 pusat data, dengan konsentrasi terbesar di Jakarta (94) dan Batam (16). Pertumbuhan layanan komputasi awan dan AI, diproyeksikan akan terus mendongkrak permintaan kapasitas pusat data nasional, yang pada gilirannya akan membuka peluang investasi yang semakin besar.
Airlangga memastikan kesiapan Indonesia dalam mendukung kesuksesan jangka panjang WAICO dengan memaksimalkan kekuatan pasar, sumber daya strategis, dan inovasi kebijakan.
"Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara," tambah Airlangga
(acd/acd)









































