Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban Startup RI

Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban Startup RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Jul 2026 05:55 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim
Foto: (Reuters)
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari Malaysia. Dana Pensiun Malaysia (Kumpulan Wang Persaraan/KWAP) menjadi salah satu korban penipuan investasi oleh startup perikanan eFishery.

Menteri Keuangan sekaligus Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sendiri yang buka-bukaan soal hal ini dalam laporan tertulisnya kepada parlemen.

Dalam laporan itu, Anwar mengungkapkan KWAP telah menginvestasikan hampir RM 200 juta atau sekitar Rp 860 miliar (kurs Rp 4.300) di eFishery. Diketahui, lewat KWAP, dana pensiun para abdi negara dikelola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari The Edge Malaysia, Minggu (19/7/2026), penipuan tersebut berupa manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan rintisan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," kata Anwar dalam laporan tertulis kepada parlemen pada hari Rabu 15 Juli 2026 yang lalu.

"Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi," tambahnya dalam keterangan tersebut.

Dia menggarisbawahi beberapa investor institusional internasional terkemuka juga berinvestasi di eFishery. Termasuk, Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.

"Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegas Anwar.

Pada tahun 2023, eFishery dilaporkan telah memperoleh dana sebesar US$ 200 juta dari putaran pendanaan Seri D. Dari jumlah tersebut, US$ 47,7 juta berasal dari KWAP.

Dalam laporannya itu, Anwar menjawab pertanyaan anggota parlemen Subang Wong Chen tentang langkah-langkah pertanggungjawaban apa yang telah atau akan diambil terhadap dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan dan pengawasan investasi tersebut.

Perdana Menteri Malaysia itu mengatakan konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai tindakan hukum dan upaya untuk memulihkan dana tersebut. Dia menambahkan KWAP juga telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi tersebut, dengan temuan yang disampaikan kepada dewan direksi KWAP untuk diteliti dan dipertimbangkan.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads