Prabowo Ungkap 250 BUMN Dipangkas, Hemat Rp 50 T

Prabowo Ungkap 250 BUMN Dipangkas, Hemat Rp 50 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Jul 2026 16:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemangkasan jumlah BUMN saat ini menjadi fokus utama untuk dilakukan pemerintah dan BPI Danantara. Menurutnya, hingga akhir tahun ini akan ada target pemangkasan jumlah BUMN hingga 700 unit.

Dari mulanya total perusahaan pelat merah ada 1.077 unit, akan dipangkas akhir tahun ini menjadi hanya 350 unit, artinya ada sekitar 727 unit usaha yang ditutup. Dalam tahap pertama, selama 18 bulan Danantara beroperasi, Prabowo memaparkan sudah ada 250 BUMN yang berhasil dipangkas.

"Saya mau berterima kasih, saya bangga pimpinan daripada Danantara, dalam tahun pertama 18 bulan pertama sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut dari 1.077, di akhir bulan ini, di akhir 31 Juli mereka sudah menutup, mengkonsolidasikan, me-merger, sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN," beber Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia sempat berkelakar ke Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bahwa hanya Indonesia yang mampu menutup 250 BUMN dalam setahun.

ADVERTISEMENT

"Saya kira, maaf ya, mungkin Ketua DEN, Pak Luhut, bisa dicek di dunia, mana ada negara yang menutup state owned enterprises 250 dalam satu tahun?" kata Prabowo diikuti riuh para menteri yang hadir.

Menurutnya, Danantara menyanggupi hingga akhir tahun ini akan ada 700-an BUMN lagi yang dipangkas. Targetnya, per 31 Desember 2026 hanya ada 350 BUMN.

"Dan mereka (Danantara) menyanggupi, laporan ke saya, 'Pak, Desember 31, tahun 2026 jumlah BUMN kita dari 1.077 akan maksimal 350 saja.' Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi, berkurang dari 1.077 akan menjadi maksimal 350," beber Prabowo.

Hemat Rp 50 T

Sejauh ini, dengan ditutupnya 250 BUMN sejauh ini sudah ada sekitar Rp 50 triliun biaya yang bisa dihemat. Biaya yang tadinya digunakan untuk menggaji direksi dan komisaris, membayar kebutuhan transportasi perusahaan, membayar kebutuhan kantor, dan berbagai kebutuhan lainnya bisa dipangkas.

"Dan mereka laporan dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp 50 triliun, Rp 50 triliun, gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini itu, rapat kerja, Rp 50 triliun," jelas Prabowo.

Dengan target 700-an lagi BUMN yang akan dipangkas jumlahnya, diperkirakan akan ada penghematan hingga Rp 80 triliun.

"Desember31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik bisa-bisa bisa mendekati Rp 70-80 triliun. Saya terima kasih dari pimpinan Danantara," sebut Prabowo.

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads