Holding BUMN Pangan ID FOOD meluncurkan platform Warung Pangan. Platform tersebut dirancang untuk penguatan ekosistem perdagangan, digitalisasi, perencanaan distribusi, analisis pasar, dan pemantauan cadangan pangan.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo, mengatakan program tersebut dikembangkan sejalan dengan arahan Danantara untuk memperkuat perdagangan pangan melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data terintegrasi.
"Warung Pangan di ID FOOD Group saat ini, diperkuat sebagai ekosistem distribusi yang lebih terstruktur dan berbasis data, mulai dari perencanaan pasokan, penyaluran produk, hingga pemantauan kebutuhan pasar," ujarnya dalam keterangan, Selasa (21/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pada tahap awal dengan skema penguatan ekosistem ini, peluncuran dilakukan serentak melalui 32 Stok Poin dan 640 Mitra Warung Pangan yang tersebar di pasar tradisional di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selanjutnya, jumlah tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap.
"Model distribusinya dibangun secara berjenjang. Stok Poin Warung Pangan sebagai jaringan Tier 1 berperan sebagai titik layanan dan distribusi, sedangkan Mitra Warung Pangan sebagai Tier 2 mendekatkan produk kepada konsumen," tambahnya.
Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat memperlancar pasokan, memperpendek jalur distribusi, serta menjadikan Mitra Warung Pangan sebagai outlet layanan pangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Program ini juga disiapkan untuk mendukung dan memperkuat berbagai program pangan pemerintah yang telah berjalan melalui jaringan distribusi yang saling terhubung.
"Pada tahap awal, tersedia sekitar 12 stock keeping unit atau SKU, antara lain produk pangan pokok seperti minyak goreng premium, beras premium, gula, serta berbagai produk aneka pangan," paparnya.
Ghimoyo menambahkan, pelaksanaan program Warung Pangan juga dijalankan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan ID FOOD yang bergerak di sektor perdagangan. Setiap proses transaksi melalui jaringan Warung Pangan akan menghasilkan data penjualan dan pergerakan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penguatan distribusi.
"Data transaksi dan pergerakan produk akan digunakan untuk membaca pola permintaan, menentukan produk prioritas, dan mengidentifikasi wilayah yang memerlukan penguatan pasokan. Hal ini penting untuk memperkuat posisi perusahaan yang semakin fokus pada lini bisnis perdagangan dan logistik pangan," terangnya.
Setelah peluncuran Warung Pangan upgrade di Jabodetabek, program ini akan dioptimalkan melalui 43 cabang di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan dan kebutuhan masing-masing daerah.
"Warung Pangan diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat bisnis perdagangan dan logistik pangan, mendukung distribusi yang lebih efisien, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan akses terhadap produk pangan," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, keberadaan inovasi Warung Pangan yang dikelola ID FOOD diharapkan dapat menjadi infrastruktur distribusi yang masif sehingga berkontribusi menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga pangan.
Menurutnya, Warung Pangan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga harga pangan. Keberadaannya diharapkan dapat membantu melakukan intervensi ketika terjadi ketidakstabilan harga di pasar.
"ID FOOD mengemban dua agenda penting, yaitu menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan, sekaligus menjalankan fungsi bisnis sebagai badan usaha perdagangan pangan yang mampu menghasilkan keuntungan melalui pengelolaan komoditas bersubsidi maupun produk komersial," imbuh Gimoyo.
Lihat juga Video Prabowo Sambut Usul Laba BUMN Buat Dana Riset: Masalahnya Ada Laba Gak?










































