Defisit APBN 2007 1,3% PDB

Defisit APBN 2007 1,3% PDB

- detikFinance
Selasa, 27 Nov 2007 17:48 WIB
Jakarta - Kenaikan harga minyak mentah dunia menyebabkan subsidi membengkak. Namun penerimaan migas yang lebih besar mampu memperkecil defisit APBN 2007 yang diperkirakan sebesar Rp 49,5 triliun atau 1,3% PDB.

"Diperkirakan APBN 2007 ditutup dengan defisit Rp 49,5 triliun, lebih kecil dari perkiraan Rp 58,3 triliun. Ini artinya 1,3% dari PDB kita," jelas Menkeu Sri Mulyani di Kantor Presiden usai rapat kabinet di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/11/2007)

"Ini karena penerimaan negara dari migas lebih besar. Memang belanja untuk subsidi naik, tapi belanja kementerian negara untuk barang, modal dll, bisa dihemat sampai Rp 24,9 triliun," imbuhnya.

Sri Mulyani menjelaskan, kas negara akan tutup dua minggu lagi, tepatnya pada 14 Desember 2007. Untuk menghitung penerimaan negara, kata dia, akan menggunakan hitungan Desember 2006 hingga November 2007.

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan harga minyak rata-rata adalah US$ 69,8 per barel, dan khusus untuk November sebesar US$ 92 per barel, dibandingkan akhir 2006 sebesar US$ 67 per barel.

"Subsidi sepanjang tahun ini rata-rata US$ 75,9 per barel. Ini pakai ICP-nya yang US$ 5 dibawah internasional," katanya.

Dengan demikian, maka untuk outlook akhir tahun, penerimaan negara Rp 724,5 triliun. Penerimaan bukan pajak naik dari minyak Rp 222 triliun. Belanja negara, sampai akhir tahun diperkirakan Rp 774 triliun. Belanja pusat Rp 515,3 triliun, terdiri dari subsidi BBM sebesar Rp 88 triliun, subsidi listrik Rp 42,5 triliun.

"Anda tahu di APBN 2007 subsisi BBM dianggarkan Rp 56 triliun dan listrik Rp 32,4 triliun saja," papar Menkeu. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads