Pemerintah Siapkan 9 Langkah Pengamanan APBN 2008

Pemerintah Siapkan 9 Langkah Pengamanan APBN 2008

- detikFinance
Selasa, 27 Nov 2007 18:39 WIB
Jakarta - Pemerintah mulai menghitung dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN 2008. Untuk itu, pemerintah sudah menyiapkan 9 langkah pengamanan APBN 2008.

Hal tersebut diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat kabinet di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/11/2007).

Sembilan langkah itu adalah:

1. Menyiapkan dana cadangan pengaman kenaikan minyak sebesar Rp 6 triliun. Dana ini merupakan jaring pengaman pertama gejolak harga minyak yang akan dipakai pertama kali.

2. Menghemat belanja lembaga dan kementerian. Berdasarkan observasi, biasanya belanja dari lembaga dan kementerian hanya mencapai 86%-95%.

"Ini dari progam penghematan procurement dan sudah dilakukan itu bisa menghemat Rp 11,7 triliun sendiri," jelas Menkeu

3. Pendapatan ekstra dari daerah penghasil migas. Dengan harga minyak US$ 100 per barel, beberapa daerah penghasil minyak dapat income ekstra.

"Itu diperkirakan bisa kita bayarkan dalam bentuk SUN, sehingga bisa hemat Rp 13,9 triliun," imbuhnya.

4. Perubahan desain belanja kementerian dan lembaga. "Kita perkirakan ada Rp 10 triliun bisa dihemat terutama dari kegiatan non prioritas," katanya.

5. Menjaga program pengentasan kemiskinan dan momen pertumbuhan ekonomi tidak akan diutak-atik. Beberapa insentif pertumbuhan industri tetap dilakukan, terutama pembebasan bea masuk dan insentif bagi perusahaan yang go public.

6. Mengamankan produksi minyak dan subsidi BBM dari sisi efisiensi dilakukan untuk menjaga target lifting 1.034 ribu barel per hari, dengan tetap menerapkan disiplin anggaran.

7.
Memperbaiki kinerja PLN dan Pertamina, yang merupakan dua BUMN penyedot subsidi terbesar.

"Tentu kinerjanya mereka amat menentukan besarnya subsidi dan baik-buruknya sektor industri," kata Menkeu.

8. Optimalisasi target penerimaan pajak dan dividen BUMN. Untuk target PPh dinaikkan Rp 9 triliun, cukai Rp 1 triliun, usaha ekstra ditjen pajak ditambahkan Rp 5 triliun, dan tetep dijaga insentif fiskal untuk industri demi jaga petumbuhan ekonomi dan program pengentasan kemiskinan.

Pertamina diperkirakan mendapat windfall profit hingga Rp 9 triliun, dan pemerintah akan meminta bagian dari dividennya.

9. Penerbitan SUN, bila nanti defisit 2008 naik dari Rp 73,3 triliun menjadi Rp 75,9 triliun.

"Kita tentu akan terbitkan SUN yang akan dibagi dalam beberapa instrumen yang kita miliki sehingga pasar juga akan tetap dijaga," jelasnya.

"Itu langkah yang akan kita lakukan agar APBN 2008 tetap dapat berjalan, meski kita akan menghadapi kenaikan harga minyak dunia sampai US$ 100 per barrel. Defisit dijaga, komposisi penerimaan dan pengeluaran dijaga sestabil mungkin," imbuh Menkeu.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads