Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai

Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2026 18:22 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun hingga semester I 2026. Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendap
Menkeu Purbaya / Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan tetap dipertahankan. Artinya rencana pembubaran Ditjen Bea Cukai dan bakal diganti dengan SociΓ©tΓ© GΓ©nΓ©rale de Surveillance (SGS) asal Swiss tidak bakal terjadi.

Hal ini terjadi karena Presiden Prabowo Subianto telah melihat adanya perbaikan yang signifikan dalam kinerja Bea Cukai. Meski begitu, Prabowo kata Purbaya meminta Ditjen Bea Cukai untuk terus meningkatkan kinerjanya

"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia (Prabowo) bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan, perbaikan kinerja yang terjadi di Bea Cukai karena adanya perombakan di pimpinan. Ia mengatakan saat ini pucuk pimpinan Bea Cukai sudah diisi oleh orang-orang yang baik.

ADVERTISEMENT

Perbaikan tersebut diklaim Purbaya telah meningkatkan peningkatan penerimaan Bea Cukai yang tumbuh sekitar 7%. Selain itu, Purbaya juga mengklaim kini peredaran barang selundupan di pasar mulai berkurang.

"Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu," bebernya.

(hrp/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads