Cost of Recovery Pertamina Harus Dipangkas

Cost of Recovery Pertamina Harus Dipangkas

- detikFinance
Rabu, 28 Nov 2007 09:26 WIB
Jakarta - Salah satu dari 9 langkah pemerintah dalam mengantisipasi APBN 2008 adalah mengoptimalisasi pertamina. Untuk mencapai tujuan itu, maka cost of recovery pertamina harus dipangkas.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi dari UI Faisal Basri usai acara economic outlook 2008 di hotel Four Season, Jakarta, Selasa (27/11/2007).

"Saat ini cost of recovery pertamina adalah yang terbesar dibanding PSC, JOA/JOB, dan PSC+JOA/JOB." kata Faisal.

Berdasarkan data, cost of recovery untuk crude oil pertamina equivalen dengan US$ 27,43/barrel. Diikuti JOA/JOB US$ 18,00/barrel, PSC+JOA/JOB US$ 9,80/barrel, dan PSC US$ 9,66/barrel.

Dalam 9 langkah pengamanan APBN 2008 dari ancaman tingginya harga minyak, dikatakan bahwa pemerintah akan 7. memperbaiki kinerja PLN dan Pertamina, yang merupakan dua BUMN penyedot subsidi terbesar.

Pemerintah hingga 2009 menargetkan mampu memproduksi minyak hingga 1,034 juta barel per harinya. Faisal mengatakan bahwa pemerintah harus berusaha keras jika ingin mencapai target tersebut.

"Setidaknya dibutuhkan 1 blok cepu setiap tahunnya hingga 2009 jika ingin mencapai target tersebut," kata Faisal.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads