Rata-rata produksi minyak dan kondensat 2007 diperkirakan hanya tercapai 957.572 barel per hari. Sementara targetnya adalah sekitar 1 juta barel per hari. Salah satu penyebab tidak tercapainya target produksi ini adalah produksi dari Pondok Tengah yang meleset.
Target produksi gas juga tidak tercapai. Dari target sebesar 8,4 bcfd (billion cubic feet per day), diperkirakan hanya tercapai 7,8 bcfd.
"Produksi gas bumi sampai akhir 2007 diperkirakan 7,8 bcfd meskipun awalnya direncanakan 8,4 bcfd," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam rapat kerja dengan Komisi VII di gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (28/11/2007).
Selisih produksi itu diantaranya karena penurunan produksi dari Belanak yang kandungan merkurinya tinggi. Juga masalah fasilitas penyaluran di Jawa Timur yang kemudian diusahakan dengan pengalihan rute pipa.
Padahal, dengan produksi gas 8,4 bcfd saja Indonesia masih mengalami defisit 0,3 bcfd karena kebutuhannya 8,7 bcfd.
Jika produksi minyak dan gas tidak tercapai, maka produksi mineral dan batubara justru melebihi target.
Produksi emas 156% dibanding target 2,746 juta ton. Perak 184% dari target 5,030 juta ton, Tembaga 123% dari target 1.529 ton, nikel matte (setengah jadi) 103% dari target 169 ton, nikel logam 101% dari target 16.250 ton, timah 125% dari 55.000 ton, dan Batubara 101% dari target 196 juta ton. (lih/qom)











































