Alasan ASN Bakal Diberi Kesempatan Kerja Dekat Rumah

Alasan ASN Bakal Diberi Kesempatan Kerja Dekat Rumah

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2026 07:25 WIB
Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN.Foto: Mufid Majnun/Unsplash
Jakarta -

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai melakukan uji coba program 'Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga' dalam rangka kebijakan ASN kerja dekat dengan tempat tinggal.

Pada tahap awal uji coba ini, pegawai BKN ada yang ditempatkan dilingkup Kantor Pusat, Kantor Daerah, dan UPT BKN agar bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarganya.

Lantas, apa alasan ASN nanti diberi kesempatan untuk bekerja dengan rumah?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan kebijakan ini dilatarbelakangi dari keyakinan pegawai yang memiliki keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan (work-life balance) akan mampu memberikan kinerja yang lebih optimal.

Dengan bekerja lebih dekat dengan keluarga, menurut Zudan, ASN bisa meningkatkan motivasi bekerja sekaligus memiliki ruang yang lebih baik dalam menjalankan peran sebagai orang tua maupun anggota keluarga.

ADVERTISEMENT

"Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun penginapan akibat tinggal jauhan dengan keluarga," ujar Zudan, Kamis (23/07/2026).

Selain meningkatkan kualitas hidup pegawai, program ini juga menjadi upaya BKN untuk membantu ASN melakukan efisiensi pengeluaran rumah tangga.

Zudan menyampaikan selama ini tidak sedikit ASN yang harus hidup terpisah dari keluarga karena penempatan kerja sehingga harus menanggung biaya perjalanan, tempat tinggal, maupun kebutuhan rumah tangga di dua lokasi yang berbeda. Dengan penempatan yang lebih dekat dengan domisili, diharapkan beban tersebut dapat berkurang secara signifikan.

Zudan juga menjelaskan langkah tersebut merupakan bentuk inovasi kebijakan yang relevan dengan kondisi saat ini. Ketika peningkatan kesejahteraan melalui penyesuaian pendapatan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, ia berharap pengurangan beban pengeluaran menjadi salah satu solusi yang dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Program ini untuk sementara masih diterapkan sebagai uji coba di lingkungan internal BKN. Selama implementasinya ke depan, BKN akan melakukan evaluasi dampaknya terhadap produktivitas pegawai, efektivitas organisasi, serta kualitas layanan kepada masyarakat.

Hasil evaluasi nantinya dapat praktik menjadi baik (best practice) dalam pengelolaan ASN berbasis kesejahteraan dan kinerja.

"Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai BKN, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ASN yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pegawai tanpa mengabaikan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas. Semoga program BKN ini bisa menginspirasi pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga. Semoga bermanfaat," jelas Zudan.

Melalui uji coba program mendekatkan ASN dengan keluarga dan domisili ini, BKN ingin menghadirkan inovasi dalam manajemen ASN yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pegawai sebagai aset utama birokrasi.

Dengan pegawai yang lebih bahagia, lebih dekat dengan keluarga, serta memiliki beban ekonomi yang lebih ringan, diharapkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin meningkat.

(rea/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads