Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Lokasawala, Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/11/2007).
"Dengan dibangunnya PLTU berbasis batubara ini jadi komposisi penggunaan BBM dan batubara PLN akan semakin berimbang sehingga subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk BBM PLN akan semakin berkurang," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk proyek PLTU itu sendiri, untuk Labuan, Indramayu dan Rembang sudah ditunjuk 5 bank yang terdiri dari 3 bank domestik (BCA, BNI dan Bank Mandiri) serta 2 bank asing (Bank Of China dan Barclays) sebagai coordinating arrangers pinjaman. Sementara 2 proyek lainnya masih dalam tahap negosiasi.
Kelima proyek ini merupakan bagian dari Program Percepatan Pembangkit Batubara 10 ribu MW. "Jadi nanti akan ada 7 ribu MW di Jawa dan 3 ribu MW sisanya untuk di luar Jawa," tuturnya.
Pinjaman untuk proyek ini dikatakan Anggito tidak akan menjadi beban pemerintah di dalam APBN karena pinjaman tersebut sifatnya langsung dilakukan oleh PLN, pemerintah hanya bertindak sebagai penjamin penuh.
"Jadi ini bisa dikatakan termasuk 9 langkah untuk penghematan subsidi BBM karena menggunakan batubara," katanya.
(dnl/ddn)











































