Pengembangan Mobilitas Udara di RI Kian Digeber

Pengembangan Mobilitas Udara di RI Kian Digeber

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 26 Jul 2026 20:05 WIB
Whitesky
Foto: Dok. Whitesky
Jakarta -

Transformasi mobilitas melalui jalur udara di Indonesia saat ini terus berkembang. CEO Whitesky Group Denon Prawiraatmadja mengungkapkan dibutuhkan pembangunan jalur implementasi agar teknologi ini bisa beroperasi secara aman, sesuai regulasi dan layak secara komersial.

Whitesky Group menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk rencana pembelian 60 unit eVTOL dari Shanghai Volant Aerotech Co., Ltd. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian forum internasional low-altitude economy di Shanghai, China, pada 22 Juli 2026, dan menjadi langkah strategis Whitesky mempercepat transformasi mobilitas udara Indonesia, sebagai langkah strategis Whitesky memperluas pengalaman operasionalnya dari layanan helikopter menuju pengembangan generasi baru Advanced Air Mobility.

Denon mengatakan LOI ini menunjukkan keseriusan perusahaan membawa teknologi eVTOL menuju implementasi nyata di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui LOI ini, Whitesky menyiapkan rencana pembelian 60 unit eVTOL Volant. Namun, langkah ini bukan semata-mata mengenai jumlah pesawat. Kami sedang membangun jalur implementasi agar teknologi ini dapat beroperasi secara aman, sesuai regulasi, dan layak secara komersial," ujar Denon dalam keterangannya ditulis Minggu (26/7/2026).

Rencana pengadaan diarahkan untuk mendukung berbagai skenario operasional, mulai dari konektivitas perkotaan, akses dari dan menuju bandara, pariwisata, pertambangan, perkebunan, hilirisasi industri, hingga perjalanan antarpulau jarak pendek. Realisasinya akan dilakukan bertahap, mengikuti sertifikasi pesawat, persetujuan regulator, kesiapan infrastruktur, evaluasi teknis, serta kelayakan model bisnis.

ADVERTISEMENT

"Indonesia memiliki kebutuhan konektivitas yang sangat nyata. Pasarnya tidak hanya berada di kota besar, tetapi juga tersebar di kawasan industri, destinasi pariwisata, dan wilayah kepulauan yang membutuhkan solusi mobilitas lebih fleksibel," kata Denon.

Whitesky bukan pemain baru dalam hal ini. Pengalaman perusahaan dalam operasi helikopter, pengembangan heliport, dan layanan mobilitas udara lintas sektor menempatkannya bukan hanya sebagai pembeli pesawat, tetapi juga sebagai operator, pengembang infrastruktur, penyusun skenario penggunaan, sekaligus mitra implementasi lokal bagi produsen eVTOL global.

"Whitesky tidak memulai pengembangan eVTOL dari ruang kosong. Kami telah memiliki pengalaman operasi, infrastruktur, pemahaman pasar, dan hubungan dengan berbagai sektor industri di Indonesia," ujar Denon Prawiraatmadja.

Selain rencana pengadaan pesawat, kerja sama Whitesky dan Volant juga diarahkan pada kesiapan operasi, dukungan teknis, pelatihan pilot dan teknisi, pemeliharaan, pengembangan vertiport, serta penyusunan model pembiayaan.

Selain menandatangani LOI, Denon Prawiraatmadja tampil sebagai pembicara dalam seminar "APAC & Middle East Market Access & Globalization Practices". Dalam presentasi bertajuk "Fostering eVTOL Strategies Towards the Implementation Phase", ia memaparkan pentingnya kesiapan infrastruktur, kerangka regulasi, pengalaman operasional, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor untuk membawa eVTOL menuju implementasi komersial.

Melalui LOI ini, Whitesky ingin menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar tujuan teknologi eVTOL, tetapi sebagai pusat implementasi yang menghubungkan kemampuan manufaktur global dengan kebutuhan konektivitas negara kepulauan. ###

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads