261 Pegawai BGN Non-ASN Dipecat, 9 ASN Menyusul

261 Pegawai BGN Non-ASN Dipecat, 9 ASN Menyusul

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2026 06:30 WIB
Kepala BGN Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono dan Agustina Arumsari memberikan keterangan pers seusai rapat pimpinan di kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026). BGN memberhentikan 261 pegawai BGN yang bermasalah usai melakukan ev
Kepala BGN Sudaryono/Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan bersih-bersih internal. Sebanyak 261 pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) telah diberhentikan dan 9 pegawai ASN terancam dipecat.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya telah melakukan bersih-bersih internal lembaga. Pemeriksaan terkait pegawai yang melanggar tersebut telah dilakukan sejak lama. Di bawah kepemimpinannya, Sudaryono memutuskan untuk memberhentikan pegawai-pegawai yang melanggar aturan.

"Kami berikan sanksi dan hari ini kami beri pengumuman bahwa, per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryono menjelaskan pegawai non-ASN ini diberhentikan karena dugaan pelanggaran disiplin. Selain itu, Sudaryono juga menyebut pihaknya menemukan 9 pegawai ASN yang melakukan pelanggaran berat dan 39 pegawai ASN yang diduga melakukan pelanggaran disiplin ringan.

ADVERTISEMENT

"Kami telah memproses ada temuan 9 melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Ini adalah ASN dan PPPK dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan. Dan ditemukan 39 disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, kami demosi dan kami akan berikan sanksi administrasi maupun sanksi peringatan," jelasnya.

Sudaryono membeberkan pelanggaran yang dilakukan pegawai ASN ini, mulai dari melakukan judi online hingga penyalahgunaan dana.

"Kemudian untuk hukuman ASN, PPPK itu adalah ada yang judi online, ada juga yang tidak disiplin, ada juga yang ada indikasi tadi, ngentit-ngentit duit tadi. Jangan dipikir ngentit duit sedikit itu nggak tahu. Sekarang ini informasi mudah, tinggal kirim WA, kita investigasi, orangnya ngaku," beber Sudaryono.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads