Harga Minyak Naik, BUMN Diminta Setor Dividen Lebih Banyak

Harga Minyak Naik, BUMN Diminta Setor Dividen Lebih Banyak

- detikFinance
Kamis, 29 Nov 2007 12:27 WIB
Jakarta - Kenaikan harga minyak mentah dunia membuat sejumlah BUMN ketiban rejeki. Laba menggelembung, sehingga BUMN bersangkutan diminta untuk menyetor dividen lebih banyak."Kenaikan harga minyak untuk beberapa perusahaan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung sangat diuntungkan. Itu memberi kesempatan kepada kita untuk meminta dividen lebih banyak," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil di Gedung Danaphala Depkeu, Jakarta, Kamis (29/11/2007).

Menurut Sofyan, kinerja beberapa perusahaan di tahun 2008 diperkirakan sangat baik. Terutama untuk saham-saham pertambangan yang akan mendapatkan windfall profit dari kenaikan harga minyak, termasuk juga perkebunan.

Meski demikian, lanjut Sofyan, pemerintah tidak akan memaksakan setoran dividen interim kepada BUMN.

"Tidak ada persentase tertentu, tetapi kita akna melihat kemampuan cash yang mereka miliki. Kalau cash banyak, kita ambil interim yang banyak sehingga tidak mengganggu," jelasnya.

DPR telah menetapkan dividen BUMN tahun 2008 sebesar Rp 26 triliun. Jumlah itu berarti naik Rp 3 triliun dari yang diajukan pemerintah dalam nota keuangan RAPBN 2008

Dari Rp 3 triliun tambahan dividen itu, ditetapkan Rp 1 triliun digunakan untuk belanja pemerintah pusat dan sisanya Rp 2 triliun untuk belanja BUMN.

"Rp 2 triliun itu semula dana cadangan untuk restrukturisasi BUMN. Dana itu akan kita pakai untuk kebutuhan APBN yang mendesak," pungkas Sofyan.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads