Demikian dikatakan Presdir PT Diamer Chysler Indonesia, sebagai bendera produsen Mercedes-Benz, Rudi Borgenheimer dalam sambutan peluncuran Mercedes-benz C Class W204 di pabriknya di Wanaherang, Bogor, Kamis (29/11/2007).
"Beberapa tahun lalu pasar sedan kelas premium memang tak terlalu baik, tapi sekarang sudah kelihatan ada kemajuan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski meningkatkan produksi, tapi Mercedes-Benz belum berencana memperluas kapasitas produksinya.
Karena kapasitas terpasang pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor ini termasuk banyak. Pabrik yang berdiri di atas lahan 42 hektar ini bisa memproduksi 20.000 unit setahun dalam 2 shift, dan bisa ditingkatkan jadi 40.000 unit. Jadi masih tersisa sangat banyak.
Meski punya kapasitas produksi yang besar di sini, Indonesia masih menjadi pasar keempat Mercedes-Benz setelah Singapura, Thailand, dan Malaysia.
"Kita punya pabrik juga di Thailand dan Singapura. Tapi hanya di Indonesia yang pabriknya kita miliki sendiri. Di Thailand dan Malaysia, kami men-sub kontraktornya," lanjutnya.
Ganti NamaMercedes-Benz memang sedang agresif mempertahankan pangsa pasarnya yang sebesar 60% menghadapi kenaikan permintaan yang cukup signifikan.
Bahkan pada pertengahan Desember nanti, rencananya produsen dan distributor Mercedes Benz di Indonesia, PT Daimer Chrysler Indonesia akan berganti nama menjadi PT Mercedes Benz Indonesia.
"Jika sekarang Anda mengenal PT Daimer Chrysler Indonesia, di pertengahan Desember nanti kami akan menggantinya dengan PT Mercedes-Benz Indonesia," kata Rudi. (lih/ir)










































