"Peresmian pembukaan ini ini menandai tonggak sejarah terbaru kami dalam strategi pasar baru untuk negara-negara BRICA yakni Brasil, Rusia, India, China, dan ASEAN," kata CEO Philips Indonesia Rob Fletcher dalam siaran persnya, Kamis (29/11/2007).
Menurut Fletcher, investasi ini merupakan bagian dari upaya Philips ikut 'menghijaukan' dunia dan memerangi pemanasan global dengan produk-produk yang hemat energi.
"Menjelang peluncuran UN Climate Change Summit di Bali, Philips membuka pabrik kaca bebas timbal yang didasarkan pada ambisi EcoVision kami untuk menggandakan investasi pada inovasi hijau di tahun 2012," tambahnya.
Pabrik baru ini akan menjadi satu-satunya milik perusahaan yang beroperasi global dan bergerak secara khusus pada manufaktur kaca bebas timbal. Pergeseran pada produksi kaca bebas timbal ini akan menghasilkan pelebaran fasilitas Philips di Surabaya sebanyak 77%, dengan hasil produksi akan meningkat mulai dari 9.000 ton menjadi 16.000 ton.
"Ekspansi kami di Surabaya mencerminkan komitmen kami ke arah memposisikan Indonesia sebagai satu-satunya basis ekspor dunia untuk Philips Lighting di Asia, selain China," kata Adrian Nichols, Direktur Philips Lighting Surabaya.
Pabrik Philips di Surabaya adalah satu-satunya fasilitas selain China yang melayani sebagai basis ekspor global untuk wilayah Asia Pasifik. Investasi jutaan dolar ini akan membuka pintu bagi Philips mengekspor komponen T5 yang memenuhi persyaratan pemerintah dan industri untuk bangunan-bangunan hijau. (qom/ir)










































