Tower tersebut roboh akibat hujan lebat yang disertai angin puting beliung. Pasokan listrik pun mengalami gangguan di Jawa Tengah.
Demikian disampaikan GM PLN P3B Jawa Bali Muljo Adji AG dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Kamis (29/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan tower emergency diperkirakan memerlukan waktu sekitar 5 hari, dan perbaikan secara permanen membutukan waktu sekitar 10 hari. "Kerugian PLN akibat musibah ini diperkirakan sebesar Rp 3 miliar," ujarnya.
Dengan adanya gangguan tersebut, maka sampai dengan selesainya pembangunan tower darurat, masih terdapat potensi defisit listrik sekitar 150 MW yg akan menyebabkan pemadaman listrik untuk daerah-daerah yg dipasok dari Gardu Induk Palur, Solo Baru (Wonosari), Wonogiri, dan Sragen.
"PLN akan berusaha keras untuk meminimalkan jumlah pemadaman dengan mengalihkan pasokan dari Jawa Timur," ujarnya.
PLN juga meminta kepada pelanggan-pelanggan di daerah itu untuk menghemat dan mengurangi pemakaian listriknya terutama pada periode beban puncak pada pukul 17.00 hingga pukul 22.00 WIB.
"PLN mohon maaf atas kejadian yang kurang menyenangkan akibat cuaca buruk tersebut," ujarnya.
(lih/ddn)











































