Biang Kerok 1.500 Buruh di Jateng Terancam PHK

Biang Kerok 1.500 Buruh di Jateng Terancam PHK

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2026 07:28 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Hampir 1.500 pekerja di dua perusahaan garmen di Jawa Tengah terancam jadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mereka merupakan pekerja di PT Victory Apparel di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara.

Samwon memilih menutup bisnisnya di Jepara, sementara Victory Apparel mengalami masalah keuangan sejak pandemi COVID-19. Menurut Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rizky Aditya Wijaya, kondisi ini dipicu turunnya pesanan ekspor dari pelanggan bisnis.

Rizky menjelaskan kedua perusahaan tersebut beroperasi di kawasan berikat dengan seluruh produksinya ditujukan untuk pasar ekspor. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, penurunan permintaan dari pembeli menjadi penyebab utama perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang berada di kawasan berikat yang produksinya itu diperuntukkan bagi pasar ekspor. Dan yang kedua setelah kami melakukan kunjungan lapangan langsung, kita konfirmasi ke lapangan masalah yang terjadi adalah masalah pesanan B2B ke perusahaan tersebut yang cenderung menurun," kata Rizky dalam konferensi pers di Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keputusan perusahaan murni karena faktor internal dan tidak ada kaitannya dengan banjir produk impor. Untuk tindak lanjut setelah PHK, Kemenperin akan mendorong penyerapan tenaga kerja ke perusahaan-perusahaan baru yang berinvestasi di Jawa Tengah.

Menurut Rizky, pada 2026 masih banyak investasi baru di sektor garmen dan alas kaki yang masuk ke provinsi tersebut sehingga kebutuhan tenaga kerja tetap tinggi.

"Di 2026 ini masih banyak investasi baru baik di sektor garmen maupun alas kaki itu yang masuk ke wilayah Jawa Tengah. Jadi artinya tenaga kerja yang di PHK itu akan kami upayakan dapat langsung terserap oleh perusahaan-perusahaan baru yang berdiri di area sekitar," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melaporkan Victory Apparel berpotensi melakukan PHK terhadap sekitar 800 pekerja.

Perusahaan tersebut didukung oleh investor asal China. Sementara itu, PT Samwon di Kabupaten Jepara yang merupakan perusahaan dengan investor asal Korea Selatan dikabarkan berencana melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja.

"PT Victory Apparel di Kota Semarang yang diperkirakan berdampak pada sekitar 800 pekerja, serta PT Samwon di Jepara yang berencana melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja. Informasi ini masih bersifat awal dan akan kami dalami lebih lanjut di lapangan," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Simak juga Video 'Ada Sinyal Apa di Balik PHK Besar-besaran Tokopedia?':

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads