Pembangunan 100 Gudang Bulog Dikebut Rampung Desember

Pembangunan 100 Gudang Bulog Dikebut Rampung Desember

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2026 15:43 WIB
Mentan dan Dirut Bulog cek stok beras di Karawang. Cadangan nasional capai 5,19 juta ton, pemerintah optimistis tanpa impor pada 2026.
Ilustrasi.Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Perum Bulog menargetkan pembangunan 100 gudang baru rampung pada Desember 2026. Penambahan kapasitas penyimpanan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan produksi beras nasional.

"Sesuai arahan dari Pak Presiden dan Pak Menteri untuk segera mewujudkan pembangunan infrastruktur pascapanen, yaitu 100 gudang dengan kelengkapannya. Ditambah juga cadangan-cadangan gudang filial yang kita sewa," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Rizal menjelaskan tambahan gudang dibutuhkan untuk mendukung program peningkatan produktivitas padi melalui penggunaan benih unggul yang digagas Kementerian Pertanian. Menurutnya, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan hasil panen hingga lebih dari 10 ton per hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini proyek 100 gudang tersebut masih dalam proses lelang. Setelah tahapan itu selesai, Bulog akan segera memulai pembangunan (groundbreaking).

"Ini sedang proses lelang. Insyaallah secepatnya kita akan groundbreaking," ucap Rizal.

ADVERTISEMENT

Proyek 100 gudang akan dikerjakan oleh BUMN Karya melalui mekanisme lelang terbatas sesuai arahan pemerintah. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penyelesaian proyek.

"Sesuai dengan Inpres, kita gunakan lelang terbatas kepada BUMN Karya karena minta percepatan. Harapannya di Desember harus sudah ada yang jadi. Jadi yang mengerjakan BUMN Karya," jelasnya.

Rizal menambahkan pembangunan gudang akan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Pemerintah juga memprioritaskan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Daerahnya di seluruh tanah air, dari Sabang sampai Merauke dan diprioritaskan untuk di 3T, terdepan, terluar, dan terpencil," imbuhnya.

(ada/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads