Purnomo: Harga BBM Industri Tak Mungkin Disubsidi

Purnomo: Harga BBM Industri Tak Mungkin Disubsidi

- detikFinance
Sabtu, 01 Des 2007 13:43 WIB
Semarang - Pertamina kembali menaikkan harga BBM industri hingga 21,7% mulai 1 Desember. Kalangan industri pun mulai kelimpungan karena kenaikan harga BBM yang terus menerus.

Namun Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menegaskan, BBM untuk industri sudah tak mungkin lagi mendapatkan subsidi. Saat ini saja, total subsidi baik BBM maupun listrik sudah Rp 130 triliun. Rinciannya, subsidi BBM Rp 88 triliun dan subsidi listrik Rp 43 triliun.

"Jadi subsidi BBM dan listrik yang itu notabene juga subsidi BBM itu besar sekali. Kalau industri juga minta disubsidi, nanti uang pemerintah habis untuk subsidi," ujar Purnomo saat peluncuran Program Konversi Minyak Tanah ke Elpiji untuk wilayah Jawa Tengah, Sabtu (1/12/2007), di Kelurahan Bandarharjo, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Purnomo, tanpa harus disubsidi, industri harus bisa meningkatkan daya saing dan efisiensinya.

"Kalau industri, mereka kita minta lakukan konsolidasi agar mereka lebih efisien dan lebih baik dalam pengelolaan industrinya," imbuh Purnomo.

Kenaikan harga BBM untuk industri, kata Purnomo, sudah semestinya dilakukan oleh Pertamina. Hal ini dikarenakan harga beli minyak Pertamina pun sudah tinggi.

"Kalau tidak dijual sesuai harga yang dia beli bisa rugi. Padahal Pertamina tidak disubsidi, jadi yang kena Pertamina," pungkasnya. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads