BPS Catat Masih Ada Jurang Si Kaya dan Miskin di RI, Begini Datanya

BPS Catat Masih Ada Jurang Si Kaya dan Miskin di RI, Begini Datanya

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2026 12:53 WIB
Proyek kebanggaan Anies bernama Jakarta International Stadium (JIS) berdiri megah di utara Jakarta. Namun, dibalik kemegahannya masih terdapat ketimpangan disekitarnya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio gini atau ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia pada Maret 2026 mencapai 0,368. Angka itu naik 0,005 poin dibandingkan September 2025.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud mengatakan tingkat ketimpangan diukur melalui rasio gini yang berada antara 0 dan 1. Semakin tinggi nilai rasio gini berarti semakin tinggi ketimpangannya.

"Pada bulan Maret 2026 ketimpangan Indonesia tercatat sebesar 0,368 atau naik sebesar 0,005 poin dari September 2025," ujar Edy dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edy menyampaikan ketimpangan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Tercatat ketimpangan di perkotaan pada Maret 2026 sebesar 0,387 lebih tinggi 0,004 poin jika dibandingkan dengan kondisi bulan September 2025.

ADVERTISEMENT

"Sementara itu sementara itu ketimpangan di pedesaan pada bulan Maret 2026 sebesar 0,296 lebih tinggi 0,01 poin jika dibandingkan dengan bulan September 2025," kata Edy.

Edy menyampaikan bahwa pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin sebesar 22,93 juta orang. Namun jumlah itu tercatat turun 430 ribu orang dibandingkan September 2025.

"Kemudian tingkat kemiskinan di pedesaan sebesar 10,67% lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemiskinan di perkotaan yang sebesar 6,34%," kata Edy.

Simak Video 'BPS Sebut Rakyat Miskin RI Berkurang 430 Ribu Orang Per Maret 2026':

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads