Teks WTO yang diajukan oleh Ketua Negosiasi WTO Guillermo Valles Galmes seperti dilansir AFP, Minggu (2/12/2007) mengajukan penghapusan semua subsidi dalam kepindahan kepemilikan, pembangunan atau perbaikan kapal-kapal ikan.
Subsidi dalam biaya operasi seperti perizinan atau untuk pembelian bahan bakar juga diminta untuk dihapuskan. Selain itu subsidi untuk infrastruktur pelabuhan juga harus dihapuskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oceana pun menyambut draf WTO itu. "WTO menghadapi tantangan dalam subsidi," ujarnya Direktur Kampanye Oceana Courtney Sakai.
Hitung-hitungan Oceana menyebutkan, Jepang saat ini tercatat sebagai negara yang paling royal memberikan subsidi bagi industri ikannya. Subsidi yang dianggarkan sebesar US$ 5,3 miliar.
Kemudian disusul India sebesar US$ 4,4 miliar, Uni Eropa yang mengeluarkan kocek subsidi mendekati US$ 3,3 miliar, dan China US$ 2,6 miliar.
(ddn/ddn)











































